Tren Thrifting Semakin Diminati Anak Muda
- 30 Sep 2026 15:04 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Kegiatan membeli pakaian bekas atau yang dikenal dengan istilah thrifting semakin banyak diminati oleh anak muda. Tren ini berkembang melalui media sosial dan komunitas fashion yang memperkenalkan berbagai cara berpakaian menggunakan pakaian bekas berkualitas.
Salah satu alasan thrifting menjadi populer adalah harga yang relatif lebih terjangkau. Pembeli dapat menemukan berbagai jenis pakaian, seperti jaket, kemeja, celana, dan aksesori dengan model yang unik. Beberapa pakaian bahkan memiliki desain yang sudah jarang ditemukan di toko pakaian biasa.
Selain faktor harga, thrifting juga dianggap memberikan kesempatan bagi seseorang untuk menemukan gaya berpakaian yang berbeda. Anak muda dapat memadukan pakaian lama dengan pakaian modern sehingga menghasilkan penampilan yang lebih personal. Media sosial turut membantu perkembangan tren ini. Banyak penjual memanfaatkan platform digital untuk memasarkan pakaian mereka, sementara pembeli membagikan hasil pembelian atau gaya berpakaian mereka kepada pengikutnya.
Dilansir dari kompasiana.com, Kesadaran terhadap isu lingkungan juga berperan dalam meningkatnya popularitas thrifting. Industri fashion dikenal sebagai salah satu penyumbang limbah tekstil terbesar di dunia. Laporan united nations environment programme (UNEP) menyebutkan bahwa industri mode menyumbang sekitar 10 persen emisi karbon global setiap tahunnya. Pembelian pakaian bekas dipandang sebagai salah satu cara untuk memperpanjang siklus penggunaan pakaian sekaligus mengurangi limbah tekstil. Tren thrifting juga menimbulkan diskusi mengenai dampaknya terhadap industri tekstil lokal. Pemerintah Indonesia pernah menyoroti impor pakaian bekas karena dinilai dapat memengaruhi produsen dalam negeri. Kementerian Perdagangan bahkan menyatakan bahwa perdagangan pakaian bekas impor dilarang karena berpotensi merugikan industri tekstil nasional. Fenomena thrifting memperlihatkan perubahan cara generasi muda memandang fashion. Pakaian tidak lagi hanya dilihat sebagai simbol tren, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup yang mempertimbangkan faktor ekonomi dan lingkungan. Perkembangan teknologi digital yang memungkinkan distribusi informasi secara cepat membuat tren ini semakin mudah dikenal dan diikuti oleh masyarakat luas.
Namun, konsumen tetap perlu memperhatikan kebersihan dan kondisi barang sebelum membeli. Dengan memilih barang secara teliti dan menggunakannya secara bijak, thrifting dapat menjadi salah satu alternatif dalam memenuhi kebutuhan fashion.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....