Suka Sengaja Bikin Bete, Ini 5 Cara Mengenali Orang Pasif-Agresif
- 18 Sep 2026 21:45 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Suka dibikin bingung sama orang yang bilang, "Enggak apa-apa," tetapi menunjukkan sikap sebaliknya? Atau mungkin punya rekan kerja yang tampak setuju di depan, tetapi diam-diam menunda pekerjaan yang sudah diminta?
Perilaku seperti ini dikenal sebagai sikap pasif-agresif. Kalau menurut Verywell Mind, ini merupakan tindakan yang tampak biasa, netral, atau bahkan sopan, tetapi sebenarnya menyimpan agresi secara terselubung.
Situasi seperti ini sering membuat orang lain lelah, kesal, dan akhirnya merasa disalahkan tanpa alasan jelas. Oleh karena itu, penting untuk tahu cara mengenali orang pasif-agresif agar kamu bisa merespons dengan lebih tenang dan tepat. Apa saja tanda-tandanya?
1. Memberi pujian terselubung
Menurut Time, pujian dari orang pasif-agresif sering terdengar seperti komentar manis, tetapi sebenarnya ada nada merendahkan di dalamnya.
Misalnya, ada rekan kerja yang memuji potongan rambut barumu dengan mengatakan, "Wah, rambutmu bagus, aku dulu juga pernah potong model itu waktu kuliah."
Kalimat ini terlihat seperti apresiasi, tetapi sebenarnya menyelipkan sindiran gaya rambutmu kurang trendy.
2. Menyisipkan disclaimer sebelum 'berpendapat'
Salah satu cara mengenali orang pasif-agresif, yakni dari kalimat yang diawali dengan pembelaan diri, lalu diakhiri dengan komentar menyakitkan. Contohnya, "Aku nggak mau terkesan jahat, tapi...," atau, "Aku bukan mau menghakimi, tapi..."
Setelah kata 'tapi', biasanya muncul ucapan yang menusuk. Pola ini menunjukkan agresi yang dibungkus seolah-olah sebagai kejujuran.
3. Sabotase diam-diam
Kalau sering nonton film atau sinetron, pemeran antagonis sering kali tampak baik di depan, tetapi menyabotase protagonis di belakang. Meski tidak sekejam di sinetron, orang pasif-agresif terkadang juga melakukan hal ini.
Hal yang dilakukan, mulai dari sengaja tak mengabarkan teman soal tenggat waktu pengumpulan tugas kuliah hingga membatalkan janji untuk acara penting. Alasannya? Lupa atau sibuk, sehingga tak sempat mengabari dari jauh hari.
4. Sering menunda pekerjaan
Serupa seperti perilaku sabotase, orang pasif-agresif kerap menunda sesuatu, terutama jika hal itu berkaitan dengan orang lain.
Menurut Your Tango, penundaan ini bisa menjadi cara untuk menunjukkan penolakan tanpa harus berkata langsung. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa merusak kepercayaan dan hubungan kerja.
5. Suka mengeluh diperlakukan tidak adil
Ketimbang mengungkapkan keinginan atau keberatannya secara terbuka, orang pasif-agresif sering memosisikan diri sebagai korban. Mereka merasa orang lain terlalu menuntut, terlalu keras, atau tidak memahami dirinya.
Dengan cara ini, mereka menghindari tanggung jawab atas sikap atau kemarahan yang sebenarnya mereka rasakan.
Dengan mengetahui cara mengenali orang pasif-agresif, kamu bisa menjaga batas dan tidak mudah terjebak dalam permainan emosi mereka. Bukan berarti semua orang yang diam atau menunda pekerjaan pasti pasif agresif, tetapi pola yang berulang perlu diwaspadai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....