Penemu Pembuat Kacamata Pertama Kali di Dunia
- 25 Agt 2026 19:32 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID,Gunungsitoli - Tidak ada satu orang pun yang diakui secara mutlak sebagai penemu tunggal kacamata pertama di dunia. Namun, bentuk kacamata korektif modern awal (tanpa gagang tangkai) diyakini pertama kali diciptakan di Italia sekitar akhir abad ke-13 (tahun 1280-1290 M).
Meskipun pencipta orisinalnya menyembunyikan identitasnya, sejarah mencatat dua nama biarawan asal Pisa, Italia, yang sangat berjasa dalam pembuatan dan penyebaran kacamata pertama, yaitu Friar Alessandro della Spina dan Salvino d'Armate. Catatan kuno dari Biara St. Catherine di Pisa mengonfirmasi bahwa Alessandro della Spina berhasil meniru cara pembuatan kacamata dan dengan sukarela membagikan ilmunya kepada publik sebagaimana dirilis laman fixmyglases.com
Evolusi alat bantu penglihatan ini melewati beberapa fase penting di berbagai belahan dunia:
| Baca juga: Cara Menjaga Kebersihan Lingkungan |
Zaman Romawi Kuno (54–68 M): Kaisar Nero menggunakan batu permata cekung (zamrud) untuk memperjelas penglihatannya saat menonton pertunjukan gladiator.
Abad ke-11: Ilmuwan Muslim Ibn Al-Haytham menulis Kitab al-Manazir (Buku Optik) yang menjadi landasan ilmiah bahwa lensa kaca dapat mengoreksi masalah penglihatan.
Tahun 1262: Terinspirasi oleh Ibn Al-Haytham, biarawan Inggris bernama Roger Bacon mendokumentasikan penggunaan ilmiah kaca pembesar untuk membaca.
Abad ke-13 (Akhir): Kacamata pertama kali dirakit di Italia menggunakan dua lensa pembesar yang dijepit pada bingkai dari tulang atau kulit. Kacamata ini belum memiliki gagang telinga sehingga harus dipegang manual dengan tangan. Kacamata dari lempengan kristal batu atau kuarsa dengan bingkai kayu/tulang dibuat untuk alat bantu baca. Friar Alessandro della Spina dari Pisa dikenal berjasa membuat dan menyebarkan kacamata ini secara luas seperti dilansir laman fixmyglases.com
Tahun 1727: Ahli optik asal Inggris, Edward Scarlett, menemukan bingkai kacamata modern dengan gagang kaku yang bisa dicantolkan di atas telinga agar kacamata tidak mudah jatuh.
Tahun 1784: Ilmuwan Amerika Serikat, Benjamin Franklin, menemukan lensa bifokal yang menggabungkan lensa jarak dekat dan jarak jauh dalam satu bingkai kacamata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....