Stop Scrolling, Saatnya Kenalan dengan Digital Sunset Rutinitas sebelum Tidur
- 25 Agt 2026 13:47 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Pernah berniat tidur lebih awal tetapi malah menghabiskan waktu dengan scrolling media sosial? Awalnya mungkin hanya ingin mengecek satu pesan atau melihat beberapa video sebelum tidur. Namun, satu video bisa berlanjut ke video berikutnya, begitu pula dengan unggahan media sosial yang membuat kita terus penasaran. Tanpa terasa, waktu tidur pun semakin larut dan tubuh belum benar-benar bersiap untuk beristirahat. Kebiasaan tersebut kemudian membuat konsep digital sunset semakin menarik untuk dicoba.
Dilansir dari Sleep Foundation, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga rutinitas tidur adalah menghindari penggunaan perangkat elektronik sekitar satu jam sebelum waktu tidur. Digital sunset pada dasarnya merupakan kebiasaan menetapkan batas waktu untuk berhenti menggunakan perangkat seperti ponsel, tablet, laptop, maupun televisi menjelang tidur.
Digital sunset bukan berarti kita harus sepenuhnya menjauhi teknologi atau tidak boleh menggunakan ponsel lagi pada malam hari. Kebiasaan ini lebih kepada membuat batas agar waktu sebelum tidur tidak terus dipenuhi aktivitas digital. Dengan begitu, satu jam terakhir sebelum tidur bisa menjadi waktu untuk memperlambat aktivitas dan memberikan kesempatan bagi tubuh serta pikiran untuk bersiap mengakhiri hari.
Alasan di balik kebiasaan digital sunset bukan sekadar karena scrolling bisa membuat waktu tidur menjadi lebih malam. Perangkat elektronik juga memberikan paparan cahaya yang dapat berpengaruh terhadap sistem alami tubuh yang mengatur waktu tidur dan bangun. Cahaya dari perangkat elektronik, terutama cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti blue light, dapat memengaruhi produksi melatonin, hormon yang berperan dalam membantu tubuh mempersiapkan diri untuk tidur.
Selain cahaya, aktivitas yang dilakukan melalui perangkat juga perlu diperhatikan. Membuka media sosial, menonton serial, bermain gim, membaca berita, atau membalas pekerjaan membuat kita tetap menerima berbagai informasi ketika seharusnya mulai memperlambat aktivitas. Konten yang menarik juga dapat membuat kita sulit berhenti karena selalu ada hal baru yang ingin dilihat.
Karena itu, digital sunset bisa menjadi cara sederhana untuk menciptakan jarak antara aktivitas digital dan waktu tidur. Ketika layar mulai ditinggalkan, kita bisa menggunakan waktu tersebut untuk melakukan kegiatan yang lebih santai.
Namun, bukan berarti harus langsung berhasil berhenti menggunakan layar selama satu jam penuh. Perubahan kebiasaan membutuhkan proses. Jika satu jam terasa terlalu sulit, cobalah memulainya dari waktu yang lebih singkat, kemudian tambah secara perlahan.
Yang terpenting adalah konsistensi. Dengan membiasakan diri memiliki waktu tanpa layar setiap malam, digital sunset dapat menjadi bagian dari rutinitas sebelum tidur yang terasa lebih natural dan tidak terlalu membebani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....