Orang Cerdas Lebih 'Pedas' saat Berbicara, Emang Benar?
- 11 Agt 2026 13:39 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - "Orang pintar itu kalau ngomong lebih pedas, tajam." Ungkapan seperti ini mungkin pernah Anda dengar, bahkan dipercaya sebagai sebuah fakta.
Pertanyaannya, benarkah tingkat kecerdasan seseorang membuat ucapannya menjadi lebih tajam atau menyakitkan?
Topik kecerdasan memang selalu menarik untuk dibahas. Kecerdasan kerap dikaitkan dengan sikap atau kebiasaan tertentu.
Tak sedikit orang yang mengaitkan kecerdasan tinggi dengan kemampuan berdebat, berpikir kritis, hingga menyampaikan argumen yang terdengar taja. Dari sini, muncul anggapan bahwa semakin cerdas seseorang, semakin pedas pula cara bicaranya.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Scandinavian Journal of Psychology mencoba melihat faktor-faktor yang memengaruhi perilaku agresif, termasuk agresi verbal. Penelitian terhadap 665 partisipan tersebut menemukan bahwa kebiasaan berbicara menyerang lebih banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
- tingkat kemarahan yang tinggi,
- sifat neurotisisme atau kecenderungan mengalami emosi negatif yang tinggi,
- serta tingkat agreeableness atau sikap mudah bekerja sama yang rendah.
Di sisi lain, peneliti menemukan bahwa orang dengan emotional intelligence (EI) atau kecerdasan emosional yang lebih baik cenderung mampu meredam hubungan antara rasa marah dan perilaku agresif. Artinya, seseorang yang mampu mengenali dan mengendalikan emosinya biasanya lebih mampu memilih kata-kata ketika berbicara, meski sedang kesal.
Kata-kata yang menyakitkan lebih dekat dengan kepribadian
Mengutip studi dari Journal of Research in Personality, kebiasaan menggunakan hinaan atau kata-kata yang menyakitkan lebih erat berkaitan dengan sifat antagonis. Orang dengan tingkat antagonis yang tinggi cenderung lebih mudah bersikap agresif, merendahkan orang lain, melakukan perundungan (bullying) hingga mengalami kesulitan membangun hubungan interpersonal yang sehat.
Penelitian ini tidak menemukan bahwa kecerdasan menjadi penyebab seseorang lebih gemar menggunakan kata-kata yang menusuk. Artinya, cara seseorang berbicara lebih mencerminkan karakter pribadinya dibanding tingkat kecerdasannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....