Mengenal Quiet Cracking, Fenomena Menurunnya Semangat Kerja
- 21 Jul 2026 21:24 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Dunia kerja modern tidak hanya menuntut produktivitas tinggi, tetapi juga kemampuan menjaga kesehatan mental di tengah tekanan pekerjaan yang terus berkembang.
Banyak karyawan terlihat tetap bekerja seperti biasa, padahal secara perlahan mulai kehilangan semangat, motivasi, dan keterikatan dengan pekerjaannya. Kondisi inilah yang dikenal sebagai quiet cracking.
Menurut Nap & Up, quiet cracking adalah kondisi ketika karyawan mengalami penurunan motivasi dan keterlibatan kerja secara bertahap akibat rasa tidak puas terhadap pekerjaannya. Fenomena ini tidak muncul secara drastis, tetapi berkembang perlahan hingga membuat seseorang kehilangan semangat untuk berkontribusi secara maksimal.
Berbeda dengan burnout yang menyebabkan kelelahan fisik dan emosional berat, quiet cracking sulit dikenali karena karyawan tetap hadir dan menyelesaikan pekerjaannya. Namun, mereka tidak lagi memiliki antusiasme, inisiatif, ataupun rasa memiliki terhadap pekerjaannya.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan keinginan untuk mencari pekerjaan baru atau meninggalkan perusahaan.
Tanda-tanda quiet cracking
Berikut ini sejumlah tanda yang dapat menunjukkan seseorang sedang mengalami quiet cracking.
1. Semangat kerja terus menurun
Karyawan mulai kehilangan antusiasme dalam menyelesaikan tugas. Pekerjaan dilakukan sekadar memenuhi kewajiban tanpa dorongan untuk memberikan hasil terbaik.
2. Merasa tidak terhubung dengan pekerjaan
Mereka merasa pekerjaannya tidak lagi memberikan makna atau kepuasan. Akibatnya, keterlibatan emosional terhadap tanggung jawab yang dijalankan makin berkurang.
3. Mengalami kelelahan mental berkepanjangan
Meski tidak selalu terlihat lelah secara fisik, individu yang mengalami quiet cracking sering merasakan kelelahan mental yang mengganggu fokus, konsentrasi, dan keseimbangan kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....