Kebanyakan Screen Time? Hati-Hati Kena Popcorn Brain

  • 10 Jul 2026 18:17 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Kalau kamu pernah merasa susah fokus setelah terlalu lama scrolling media sosial di gadget, bisa jadi kamu sedang mengalami popcorn brain. Ketika mengalaminya, pikiranmu jadi lompat ke mana-mana, sulit diam, dan rasanya ingin terus mengecek notifikasi tanpa henti.

Meski bukan istilah medis resmi, fenomena ini mulai sama pentingnya dengan 'brain rot' karena sangat dekat dengan kebiasaan screen time kita sehari-hari.

Kalau dibiarkan, popcorn brain bisa membuat kita cepat lelah secara mental, sulit konsentrasi, dan susah menikmati momen offline.

Bagaimana popcorn brain bisa terjadi?

Mengutip Mayo Clinic Press, popcorn brain adalah kondisi saat seseorang menjadi sangat mudah terdistraksi akibat paparan konten digital yang berlebihan.

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kebiasaan otak yang terus berpindah dari satu tugas ke tugas lain, seperti sedang "loncat-loncat" tanpa jeda. Akibatnya, aktivitas sederhana seperti membaca, bekerja, atau bahkan mengobrol langsung terasa lebih sulit dilakukan.

Istilah ini awalnya diperkenalkan oleh David M. Levy, seorang ilmuwan komputer dari University of Washington. Ia menggambarkannya sebagai keadaan ketika seseorang terlalu terpikat pada multitasking elektronik, sehingga kehidupan offline terasa kurang menarik.

Paparan notifikasi, video pendek, dan feed media sosial yang terus-menerus, membuat otak terbiasa menerima rangsangan instan.

Setiap like, komentar, atau pesan baru memberi dorongan kepuasan cepat yang memicu sistem reward di otak. Otak pun belajar untuk terus mencari 'hadiah' kecil tersebut.

Kebiasaan ini akhirnya mendorong multitasking yang sebenarnya tidak bisa membuat orang fokus.

Misalnya, kamu sedang membalas email, lalu pindah membuka marketplace, kemudian mengecek berita, lalu kembali ke email lagi. Pola seperti ini membuat perhatian terpecah dan otak bekerja lebih keras dari yang seharusnya.

Desain platform penyedia konten digital agar kamu stay lebih lama di layanan mereka juga bisa menjadi pemicu popcorn brain.

Algoritma memilihkan konten yang sesuai minatmu, lalu menyajikannya dalam format yang cepat, singkat, dan mudah dikonsumsi. Lama-kelamaan, otak jadi terbiasa dengan stimulasi cepat dan kehilangan toleransi terhadap aktivitas yang lebih lambat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....