Mata Kedutan Pertanda Buruk? Mitos atau Fakta?

  • 01 Jun 2026 09:11 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID,Gunungsitoli - Mata kedutan sering dikaitkan dengan berbagai pertanda, mulai dari akan mendapat rezeki hingga mengalami hal buruk. Kepercayaan ini telah lama berkembang di berbagai budaya dan masih dipercaya oleh sebagian masyarakat hingga saat ini.

Di kutip dari Alodokter Mata kedutan, baik di sebelah kanan maupun kiri, adalah kontraksi berulang pada kelopak mata bagian atas yang terjadi secara spontan dan tiba-tiba. Kelainan yang dikenal dengan istilah blefarospasme ini terjadi setidaknya beberapa detik sekali dan berlangsung selama beberapa menit atau jam.

Namun, dari sudut pandang medis, mata kedutan bukanlah pertanda buruk maupun ramalan tentang masa depan. Jadi, anggapan bahwa mata kedutan membawa kabar buruk termasuk mitos.

Kondisi ini sering dipicu oleh kelelahan, kurang tidur, stres, terlalu banyak mengonsumsi kafein, atau mata yang lelah akibat terlalu lama menatap layar ponsel maupun komputer.

Sebagian besar kasus mata kedutan bersifat ringan dan akan hilang dengan sendirinya setelah tubuh mendapatkan istirahat yang cukup. Mengurangi stres, tidur teratur, serta membatasi konsumsi kopi dan minuman berkafein juga dapat membantu meredakan keluhan ini.

Meski umumnya tidak berbahaya, mata kedutan yang berlangsung terus-menerus selama beberapa minggu, disertai kelopak mata menutup sendiri, atau terjadi pada bagian wajah lainnya sebaiknya diperiksakan ke dokter. Hal ini diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan saraf atau kondisi medis tertentu yang mendasarinya.

Jadi, jika mata Anda berkedut, tidak perlu langsung khawatir akan datangnya hal buruk. Kemungkinan besar, tubuh sedang memberi sinyal bahwa Anda perlu beristirahat dan menjaga kesehatan dengan lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....