Perlu Perhatian Menata Keindahan Wisata Mangrove Teluk Ba’a

  • 27 Mar 2024 11:40 WIB
  •  Gunung Sitoli

KBRN, Nias Utara : Destinasi Wisata Mangrove Teluk Ba’a atau yang lebih dikenal dengan Mangrove Teluk Ba’a merupakan Destinasi wisata yang terletak di Desa Sisarahili Teluk Siabang, Kecamatan Sawo, Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Wisata yang memiliki hamparan mangrove seluas lebih kurang 80 Ha ini merupakan wisata mangrove yang sangat luas di Kepulauan Nias dan lebih khusus di Nias utara.

Wisata ini pertama sekali terbangun sejak tahun 2010, pada masa itu wilayah ini diperuntukan untuk lokasi tambatan perahu nelayan sehingga lebih didominasi dengan bangunan – bangunan yang berfungsi untuk mempermudah mobilitas kegiatan nelayan Desa Sisarahili Teluk Siabang.

Jalan Pedestrian Yang Dibangun Melalui DD di Destinasi Wisata Mangrove Teluk Ba'a

Dengan perkembangan waktu dan pengalaman pemerintah desa, para tokoh dan masyarakat desa, fungsi utama pantai ini yang dulunya diperuntukan untuk nelayan dikembangkan menjadi 2 peruntukan, selain untuk labuhan nelayan juga dijadikan sebagai destinasi Wisata.

Tokoh masyarakat Desa Sisarahili Teluk Siabang Tonawamati Telaumbanua, bahwa Adanya destinasi wisata ini, pertama sekali digagas oleh pemerintah desa Sisarahili Teluk Siabang bersama tokoh masyarakat pada tahun 2017, yang disepakati bahwa pantai ini akan dijadikan sebagai wisata bahari dibuktikan dengan pembangunan jembatan pedestrian, kios cidera mata dan pondok apung wisata yang dibangun melalui Dana Desa.

Dukungan dari Kementerian Pariwisata tahun 2019 mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar, untuk lanjutan pembangunan jalan pedestrian didalam wilayah hutan, fasilitas parkir, fasilitas kamar mandi umum, fasilitas pondok apung wisata.

Daya tarik didestinasi wisata ini selain mangrove juga lautnya berbentuk teluk sehingga bisa berenang dan berkeliling dengan perahu. Setelah terbangunnya berbagai fasilitas di hutan mangove, tepat pada Maret 2020 Indonesia umumnya dilanda Covid -19, dan mulai pada saat itu pengunjung semakin berkurang. Bahkan pemerintah daerah memberikan himbauan agar seluruh lokasi wisata ditutup.

Kondisi Laut di Kawasan Mangrove Teluk Ba'a

“Covid 19 Usai pada 2022, Pemerintah daerah membuat MOU dengan pemerintah desa bersama Bumdes Sendoro Desa Sisarahili Teluk Siabang guna memaksimalkan pengelolaan Hutan Mangrove.

Pengunjung sejak adanya covid 19 di destinasi Wisata Mangrove masih minim sehingga berpengaruh terhadap usaha mikro kecil menengah. Hal ini diakui oleh salah seorang Pelaku UMKM, Faoziduhu Telaumbanua.

Akhir-akhir ini tinggal dua pelaku UMKM yang masih bertahan di destinasi wisata mangrove dan itupun hanya menjual makanan siap saji mengingat jumlah pengunjung yang sangat minim. Pengunjung semakin minim dikarenakan fasilitas seperti parkir, jalan pedestrian belum memadai.

Lokasi Parkir di Destinasi Wisata Mangrove Belum Memadai

“Kami Pelaku UMKM sangat bersyukur akhir tahun 2022 lalu, lampu listrik PLN telah terpasang di destinasi wisata mangrove dan rencana kedepan akan menyediakan keperluan nelayan seperti es batu dan juga makanan seperti ikan bakar sehingga untung yang kami peroleh dapat meningkat,”ujar, Faoziduhu.

Fatisokhi Telaumbanua merupakan warga Desa Sisarahili Teluk Siabang sangat senang dengan adanya destinasi wisata hutan Mangrove namun perlu pembenahan dan bila memungkinkan perlu pembangunan pondok wisata dan juga penginapan atau homestay.

Bila destinasi wisata Mangrove ini dibenahi dengan baik, maka dapat meningkatkan daya tarik pengunjung termasuk ruas jalan provinsi perlu dibangun sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....