Penemu dan Pembuat Meriam Pertama di Dunia

  • 29 Sep 2026 11:44 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Tidak ada satu nama individu spesifik yang tercatat sebagai penemu meriam. Penemuan ini merupakan hasil evolusi dari penemuan bubuk mesiu oleh para alkemis Tiongkok dan pengembangan senjata pendahulunya yang disebut tombak api (fire lance) kemudian dikembangkan oleh para ilmuwan dan insinyur militer bangsa Tiongkok pada masa Dinasti Song hingga Dinasti Yuan sekitar abad ke-12 hingga abad ke-13sebagaimana dilansir laman Wikipedia.

Cikal bakal meriam tidak lepas dari penemuan bubuk mesiu (gunpowder) oleh para ahli kimia penganut Taoisme di Tiongkok masa Dinasti Tang pada abad ke-9. Awalnya, bubuk mesiu ini digunakan untuk kepentingan pengobatan dan petasan bukan perang. Sebelum menjadi meriam logam yang besar, senjata ini berevolusi dari tombak api (fire lance) pada masa Dinasti Song. Tombak api adalah tabung bambu yang diikatkan ke tombak, diisi bubuk mesiu, pasir dan pecahan besi lalu disulut untuk menyemburkan api serta proyektil ke arah musuh.

Seiring waktu, ketika tabung bambu yang mudah pecah digantikan oleh tabung logam tebal agar tidak meledak maka terciptalah senjata yang menjadi bentuk awal meriam. Evolusi dari tombak api melahirkan senjata tabung logam sejati yang memanfaatkan tekanan gas ledak bubuk mesiu untuk melontarkan peluru.

Bukti tertua yaitu ukiran batu di Dazu Rock Carvings di Chongqing, Tiongkok bertahun sekitar 1128 M, menunjukkan gambar figur yang memegang meriam berbentuk labu yang mengeluarkan api dan peluru. Selanjutnya, meriam logam tertua yang berhasil ditemukan arkeolog adalah Meriam Wuwei (sekitar 1220 M) dan Meriam Genggam Heilongjiang (sekitar 1282–1288 M) buatan Dinasti Yuan sebagaimana dilansir laman military-history.fandom.com. Bukti arkeologis berupa meriam tangan perunggu tertua di dunia ditemukan di Distrik Acheng, Heilongjiang, Tiongkok pada tahun 1970-an. Meriam perunggu ini memiliki berat 3,55 kg dan panjang 34 cm. Berdasarkan catatan sejarah Dinasti Yuan (History of Yuan), meriam tabung penembak proyektil ini mulai dipakai secara luas dalam peperangan oleh Dinasti Yuan. Meriam genggam ini digunakan oleh komandan militer Li Ting pada tahun 1288 untuk memadamkan pemberontakan pangeran Mongol sebagaimana dilansir laman Wikipedia.

Pemanfaatan teknologi meriam menyebar dengan cepat ke berbagai belahan dunia melalui jalur perdagangan dan pertempuran diantaranya pada abad ke-13 meriam genggam pertama kali tercatat digunakan dalam pertempuran krusial Ain Jalut antara Kesultanan Mamluk (Mesir) melawan Kekaisaran Mongol.

Di Eropa, meriam pertama kali tercatat digunakan pada abad ke-13 di semenanjung Iberia (saat Reconquista) Spanyol/Portugal dan terkenal dalam Perang Seratus Tahun seperti Pertempuran Crécy tahun 1346 seperti dimuat laman Wikipedia.

Dalam sejarah pembuatan meriam raksasa, salah satu insinyur pembuat meriam paling terkenal di dunia adalah Orban (Urban) asal Hungaria yang membuat meriam raksasa bernama Basilika untuk Sultan Muhammad Al-Fatih saat pengepungan Konstantinopel pada tahun 1453 sebagaimana dilansir laman wikipedia.

Selanjutnya, teknologi meriam diadopsi oleh armada laut Kerajaan Majapahit setelah menghalau serangan armada Mongol di Jawa pada tahun 1293. Majapahit kemudian memproduksi meriam sendiri yang dikenal dengan nama Cetbang seperti dirilis laman Wikipedia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....