Mengapa Kucing Bisa Terkena Jamur? Ini Beberapa Penyebabnya

  • 21 Sep 2026 10:38 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Infeksi jamur menjadi salah satu masalah kulit yang cukup sering dialami kucing. Kondisi ini dapat menyebabkan bulu rontok, kulit bersisik, kemerahan, hingga munculnya area berbentuk lingkaran pada tubuh kucing. Berbeda dengan scabies yang disebabkan oleh tungau, infeksi jamur terjadi akibat pertumbuhan jamur pada kulit dan rambut.

Salah satu penyebab utama infeksi jamur adalah kontak dengan hewan yang sudah terinfeksi. Jamur dapat berpindah melalui kontak langsung maupun melalui benda yang telah terkontaminasi, seperti kandang, tempat tidur, selimut, sisir, atau perlengkapan kucing lainnya.

Lingkungan yang lembap dan kurang bersih juga dapat mendukung pertumbuhan jamur. Kucing yang sering berada di tempat yang lembap, terutama jika bulunya dalam kondisi basah dan tidak segera dikeringkan, dapat memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi kulit.

Kondisi tubuh kucing juga dapat memengaruhi kerentanannya terhadap infeksi. Kucing yang masih sangat muda, mengalami stres, atau memiliki daya tahan tubuh yang menurun dapat lebih mudah mengalami infeksi jamur.

Gejala yang muncul dapat berupa kerontokan bulu pada area tertentu, kulit bersisik atau berkerak, kemerahan, dan rasa gatal. Namun, tidak semua kucing menunjukkan gejala yang sama sehingga pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Untuk mencegah infeksi jamur, pemilik dapat menjaga kebersihan lingkungan, mencuci perlengkapan kucing secara rutin, memastikan bulu tetap kering, serta membatasi kontak dengan hewan yang menunjukkan tanda-tanda infeksi kulit.

Jika ditemukan area bulu rontok yang semakin meluas atau kondisi kulit kucing tidak membaik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan. Penanganan yang sesuai dapat membantu mengatasi infeksi sekaligus mencegah penyebarannya kepada hewan lain maupun manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....