Tetap Tenang, Ini yang Perlu Dilakukan saat Bencana Terjadi

  • 14 Sep 2026 08:59 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Bencana dapat terjadi kapan saja dan sering kali datang tanpa banyak waktu untuk bersiap. Gempa bumi, banjir, tanah longsor, maupun bencana lainnya dapat menimbulkan kepanikan apabila masyarakat tidak mengetahui langkah yang harus dilakukan. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi salah satu hal penting yang perlu dimiliki setiap keluarga.

Saat bencana terjadi, hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang. Kepanikan dapat membuat seseorang sulit berpikir jernih dan berisiko mengambil keputusan yang membahayakan. Masyarakat perlu memperhatikan kondisi sekitar dan mengikuti informasi serta arahan dari petugas atau pihak berwenang.

Jika berada di dalam rumah saat terjadi gempa, masyarakat dapat berlindung di bawah meja atau tempat yang kokoh sambil melindungi kepala dan leher. Setelah guncangan berhenti, segera keluar menuju tempat yang lebih aman dengan tetap memperhatikan kemungkinan adanya benda yang jatuh.

Ketika menghadapi banjir, barang-barang penting seperti dokumen, obat-obatan, telepon genggam, dan perlengkapan darurat sebaiknya ditempatkan di lokasi yang lebih tinggi. Jika air terus meningkat, masyarakat perlu segera menuju tempat yang lebih aman atau mengikuti jalur evakuasi yang telah ditentukan.

Sementara itu, ketika berada di wilayah yang berpotensi mengalami tanah longsor, masyarakat perlu memperhatikan tanda-tanda seperti munculnya retakan pada tanah atau bangunan, perubahan kondisi lereng, maupun suara-suara tidak biasa dari arah tebing. Jika terdapat peringatan evakuasi, segera tinggalkan lokasi dan jangan kembali sebelum dinyatakan aman.

Kesiapsiagaan juga dapat dilakukan sebelum bencana terjadi. Setiap keluarga sebaiknya mengetahui jalur evakuasi, titik kumpul, serta nomor kontak darurat yang dapat dihubungi. Tas siaga juga dapat disiapkan dengan perlengkapan dasar seperti air minum, makanan, senter, baterai, obat-obatan pribadi, pakaian, dokumen penting, dan alat komunikasi.

Informasi yang diterima selama kondisi darurat juga perlu diperhatikan. Masyarakat sebaiknya memperoleh informasi dari sumber resmi dan tidak langsung menyebarkan kabar yang belum diketahui kebenarannya. Informasi yang keliru dapat menimbulkan kepanikan dan menyulitkan proses penanganan bencana.

Setelah bencana berlalu, masyarakat tetap perlu berhati-hati. Jangan terburu-buru kembali ke rumah apabila kondisi bangunan belum dipastikan aman. Hindari pula mendekati lokasi yang masih berpotensi mengalami bahaya susulan dan ikuti arahan petugas di lapangan.

Kesiapsiagaan bukan hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Dengan mengetahui langkah-langkah sederhana, menyiapkan perlengkapan darurat, serta memahami jalur evakuasi, masyarakat dapat meningkatkan kemampuan untuk melindungi diri dan keluarga ketika menghadapi situasi darurat.

Tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan resmi menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana. Keselamatan diri dan orang-orang di sekitar harus menjadi prioritas utama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....