Model Kacamata Pertama Kali di Dunia
- 27 Agt 2026 19:17 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID,Gunungsitoli - Model kacamata pertama kali di dunia berbentuk dua buah lensa cembung dari kaca atau kristal kuarsa yang disatukan dengan bingkai dari kayu, tulang, kulit atau tanduk. Kacamata ini tidak memiliki gagang atau tangkai sehingga harus dipegang dengan tangan atau diselipkan dan dijepitkan langsung di atas hidung seperti dirilis laman eyeglasseswarehouse.com
Pada awal penemuannya, lensa kacamata terbuat dari kristal kuarsa atau kaca tiup halus yang diproduksi di Murano, Venesia. Fungsi kacamata saat itu hanya menyediakan lensa cembung yang berarti hanya bisa digunakan untuk membantu penderita rabun dekat (hiperopia) serta mata tua (presbiopia). Penggunanya hanya didominasi oleh para biarawan dan cendekiawan untuk menyalin atau membaca manuskrip kuno. Lensa cekung untuk rabun jauh (miopia) baru ditemukan berabad-abad setelahnya.
Kacamata korektif pertama yang bisa dipakai diciptakan pada abad ke-13 (sekitar 1280-an) di Italia. Awalnya digunakan oleh para biarawan dan cendekiawan untuk membaca teks atau naskah kecil. Digambarkan dalam lukisan karya Tommaso da Modena pada tahun 1352 yang menampilkan tokoh memakai kacamata tanpa gagang telinga melainkan dijepitkan di batang hidung. Pengrajin di Spanyol mulai mencoba memasang pita sutra atau tali pada tahun 1600-an untuk dikaitkan ke telinga. Baru pada tahun 1727, optikus Inggris bernama Edward Scarlett menciptakan bingkai kacamata modern dengan tangkai kaku yang diletakkan di atas daun telinga sebagaimana dirilis laman eyebuydirect.com
Perkembangan bentuk fisik kacamata dari masa ke masa sebelum mencapai bentuk modern meliputi model paling awal berupa dua kaca pembesar tunggal pada abad ke-13 yang bagian ujung pegangannya disatukan dengan sebuah paku keling (rivet). Kacamata ini harus dipegang terus-menerus saat membaca. berikutnya pada abad ke-14, desain yang memanfaatkan tegangan pegas pada bingkai untuk menjepit batang hidung pemakainya secara erat agar tidak jatuh tanpa perlu dipegang tangan. Pada abad ke-17, pengrajin Spanyol mulai menambahkan pita sutra atau tali yang dikaitkan ke daun telinga untuk membantu menahan posisi bingkai. Barulah pada tahun 1752, James Ayscough seorang ahli optik asal Inggris, menyempurnakan bentuk kacamata dengan menciptakan gagang logam berengsel yang kokoh untuk dicantolkan di atas telinga sebagaimana dilansir laman warbyparker.com
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....