Lepas dari Kepungan Banjir: Kisah Baru SMKN 1 Gido di Desa Somi
- 22 Jul 2026 09:13 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Nias - Pagar sekolah dan sungai cuma dipisahkan jalan umum. Setiap hujan deras, air naik. SMK Negeri 1 Gido di Pantai Semi, Desa Semi, Kecamatan Gido, sudah bertahun-tahun belajar dalam kondisi seperti itu.
Bangunannya berdiri di lahan pertanian basah. Banjir jadi langganan. Dekat muara. Warga bahkan pernah melapor melihat buaya di sekitar sekolah.
Rabu, 15 Juli 2026, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau lokasi relokasi sekolah itu di hari pertama "berkantor" di Kepulauan Nias. Kini sekolah itu dipindahkan jauh dari bantaran sungai, ke Desa Somi, Kabupaten Nias, di atas lahan seluas 2 hektare.
"Statusnya juga lahan pertanian basah, hujan dikit langsung tergenang dan dekatnya ada muara. Ada laporan pernah lihat buaya, jadi bahaya, sehingga kita pindahkan," kata Bobby usai meninjau.
| Baca juga: Menjaga Negeri, Mengayomi Rakyat |
Relokasi ini jadi harapan baru. Lahan di Desa Somi merupakan hibah dari warga, Faonasokhi Lawolo.

"Kami tidak ada pengadaan lahan. Pak Faonasokhi Lawolo menghibahkan tanahnya seluas 2 hektare, kami sangat berterima kasih," ujar Bobby.
Pembangunan tahap pertama ditargetkan selesai November 2026 dengan anggaran lebih dari Rp4 miliar. Akan dibangun ruang kepala sekolah, ruang praktik, dua ruang kelas, toilet, menara air, sumur bor, podium, area parkir, jalan lingkungan, dan pagar.
Untuk akses, Pemprov Sumut juga menghibahkan Rp5 miliar ke Pemkab Nias untuk membangun jalan menuju sekolah baru.
Kabar ini disambut gembira siswa. Fani Putri Zelita Gulo, siswi jurusan Agribisnis Perikanan Air Tawar, berharap gedung segera selesai.
"Saya berharap pembangunan Gedung SMK Negeri 1 Gido segera selesai sehingga kami lebih nyaman untuk belajar," ucap Fani Putri.

Kepala SMKN 1 Gido, Julius Lahagu, juga menyampaikan terima kasih.
"Selama ini kami berada di tempat yang tidak layak. Dengan adanya pembangunan ini, kegiatan belajar di SMK Negeri 1 Gido akan lebih baik demi masa depan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa," katanya.
Ia berharap guru, masyarakat, dan pihak terkait mendukung agar pembangunan selesai tepat waktu.
Turut mendampingi Bobby saat peninjauan, Bupati Nias Yaatulo Gulo dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Alexander Sinulingga. Alexander juga memastikan GTT dan honorer jurusan perikanan akan disesuaikan gajinya dengan skema PPPK paruh waktu.
Dari sekolah yang hanya dipisahkan jalan umum dengan sungai, kini SMKN 1 Gido pindah ke tempat yang lebih aman. Di Desa Somi, masa depan ratusan siswa Nias mulai dibangun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....