Sejarah Masuknya Kecap di Indonesia
- 10 Jul 2026 18:16 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Sejarah masuknya kecap di Indonesia bermula dari kedatangan para imigran dan pedagang asal Tiongkok yang membawa dan memperkenalkan kecap asin (dari fermentasi kedelai) ke Nusantara sekitar abad ke-16 hingga abad ke-17 yang awalnya merupakan bumbu pengawet makanan selama pelayaran. Perkembangan kecap selanjutnya beradaptasi dengan lidah lokal yang saat itu masyarakat Jawa menyukai rasa manis sehingga ditambahkan gula merah atau gula aren. Dari sinilah awal terciptannya kecap manis tersebut sebagaimana dirilis laman Wikipedia.
Kata kecap diserap dari bahasa Hokkien, yakni ke-tsiap (atau kicap/kitjap) yang merujuk pada saus cairan fermentasi ikan atau kedelai. Imigran Tiongkok membawa kecap asin yang digunakan sebagai cara untuk mengawetkan kedelai saat berlayar dan sebagai bumbu masak sehari-hari serta persediaan makanan yang tahan lama. Ketika diperkenalkan kepada masyarakat di Pulau Jawa, rasa kecap asin Tiongkok dinilai kurang cocok dengan selera lokal masyarakat Jawa yang cenderung menyukai makanan manis. Untuk menyesuaikan dengan lidah lokal, para pedagang Tionghoa bersama masyarakat setempat memodifikasi kecap asin tersebut dengan menambahkan gula merah (gula kelapa atau gula aren) ke dalam campuran fermentasi kedelai hitam. Eksperimen ini membuahkan hasil berupa cairan hitam, kental dan manis yang akhirnya terciptalah kecap manis. Keberadaan kecap di wilayah Hindia Timur (Nusantara) mulai dicatat oleh bangsa Barat sejak tahun 1680-an.
Pada tahun 1737, Serikat Dagang Hindia Belanda (VOC) secara resmi mencatat kehadiran kecap yang dibawa ke Batavia (kini Jakarta). Sejak masa kolonial Belanda, industri kecap mulai menjamur di Batavia dan daerah sekitarnya bahkan membawa kecap dari Batavia ke pasar internasional karena keunikannya seperti dimuat laman Wikipedia.
Memasuki akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, industri kecap manis skala rumahan mulai menjamur di Batavia (Jakarta), Tangerang dan berbagai daerah di Jawa Tengah serta Jawa Timur. Kini, kecap manis telah menjadi elemen identitas kuliner nasional Indonesia yang tidak bisa dipisahkan dari hidangan ikonik seperti sate, nasi goreng, tahu tek hingga semur seperti dirilis laman tirto.id dan historia.id
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....