Diantara Kesegaran dan Sensasi yang Tak Biasa
- 05 Mei 2026 10:13 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Buah kuini dikenal dengan aroma tajam yang khas dan rasa manis sedikit asam. Di beberapa daerah di Indonesia, buah ini cukup populer sebagai konsumsi harian maupun bahan olahan seperti jus dan rujak. Meski tidak sepopuler mangga jenis lain, kuini tetap memiliki penggemar setia karena cita rasanya yang unik.
Dari sisi manfaat, kuini mengandung vitamin C yang cukup tinggi sehingga baik untuk membantu menjaga daya tahan tubuh. Kandungan antioksidan di dalamnya juga berperan dalam melawan radikal bebas. Selain itu, serat alami pada kuini dapat membantu melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan usus jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
| Baca juga: Camilan Manis yang Tak Lekang oleh Waktu |
Tak hanya itu, kuini juga dipercaya membantu menjaga kesehatan kulit berkat kandungan vitamin dan airnya yang tinggi. Rasa segarnya sering membuat tubuh terasa lebih bugar, terutama saat dikonsumsi dalam kondisi dingin. Karena itulah, buah ini sering dijadikan pilihan untuk melepas dahaga di siang hari.
Namun, di balik manfaatnya, konsumsi kuini juga memiliki beberapa kekurangan. Aroma yang terlalu kuat bisa membuat sebagian orang merasa kurang nyaman, bahkan mual. Selain itu, teksturnya yang berserat dan agak lembek tidak disukai semua orang. Bagi yang memiliki lambung sensitif, konsumsi berlebihan juga dapat memicu rasa tidak nyaman seperti perut kembung atau asam lambung meningkat.
Seorang penikmat buah lokal, Dedi (29), mengaku pernah merasakan langsung manfaat sekaligus kekurangan dari kuini. “Kalau lagi panas, makan kuini itu segar banget, apalagi dibuat jus. Badan terasa lebih enak. Tapi kalau kebanyakan, kadang perut jadi kurang nyaman dan aromanya juga cukup menyengat,” ujarnya. Pengalaman tersebut membuatnya kini lebih bijak dalam mengonsumsi buah tersebut.
Meski demikian, kuini tetap menjadi buah yang layak dikonsumsi karena kandungan gizinya yang bermanfaat. Namun, seperti halnya makanan lain, konsumsi dalam jumlah seimbang menjadi kunci agar manfaatnya bisa dirasakan tanpa menimbulkan efek samping.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....