Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa

  • 02 Mei 2026 18:40 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID.Gunungsitoli - Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa (sekarang dikenal sebagai Perguruan Taman Siswa) adalah organisasi pendidikan pertama di Indonesia yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta dengan visi menciptakan manusia merdeka lahir-batin, berbudaya dan berjiwa nasionalis. Lembaga ini didirikan sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem pendidikan kolonial Belanda yang diskriminatif dan terbatas hanya untuk kalangan bangsawan serta warga Eropa. Awalnya berdiri secara sembunyi-sembunyi dan sempat ditentang oleh Belanda melalui UU Sekolah Liar pada 1932.

National Onderwijs Instituut berarti Lembaga Pendidikan Nasional, dan Taman Siswa menggambarkan tempat belajar yang menyenangkan. Beliau merasa pendidikan bagi rakyat pribumi sangat diperlukan untuk menumbuhkan jiwa kemerdekaan dan memberikan akses pendidikan bagi rakyat jelata (pribumi) dengan menanamkan rasa cinta tanah air, semangat kebangsaan dan memerdekakan diri dari penjajahan sebagaimana dirilis laman tamansiswa pusat.

Taman Siswa bertujuan mengembangkan potensi siswa agar menjadi anggota masyarakat yang mandiri dan bertanggung jawab, berdasarkan kepribadian bangsa Indonesia.

Taman Siswa menerapkan Sistem Among, sebuah metode pendidikan yang berlandaskan pada:

  • Kodrat Alam: Menghargai sifat asli dan potensi bawaan setiap murid tanpa paksaan atau hukuman.

  • Kemerdekaan: Mendidik murid agar memiliki pribadi yang kuat, mandiri dan mampu berpikir merdeka.

  • Peran Pamong: Guru berperan sebagai Pamong atau pengasuh yang mengarahkan murid sesuai bakatnya bukan sekadar pengajar materi.

Organisasi ini berkembang pesat hingga memiliki berbagai jenjang pendidikan atau sekolah, antara lain:

  • Taman Indria: Taman Kanak-kanak (TK)

  • Taman Muda: Sekolah Dasar (SD)

  • Taman Dewasa: Sekolah Menengah Pertama (SMP)

  • Taman Madya: Sekolah Menengah Atas (SMA)

  • Taman Guru: Sarjana Wiyata (Pendidikan Tinggi).

Hingga saat ini, pusat kegiatan dan sejarahnya berada di Balai Ibu Pawiyatan di Jalan Taman Siswa, Pendapa Agung Tamansiswa, Yogyakarta yang telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya sebagaimana dirilis laman tamansiswa pusat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....