Sejarah Lahirnya Hari Pendidikan Nasional
- 02 Mei 2026 18:34 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID.Gunungsitoli - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap 2 Mei untuk menghormati jasa Ki Hajar Dewantara, bapak pendidikan Indonesia yang lahir pada tanggal tersebut tahun 1889. Peringatan ini mengabadikan perjuangan beliau dalam memelopori pendidikan bagi kaum pribumi melalui perguruan Taman Siswa sebagaimana dilansir laman tamansiswa pusat.
Ki Hajar Dewantara lahir dengan nama Raden Mas Suwardi Suryaningrat adalah bangsawan yang melepaskan gelar kebangsawanannya untuk berbaur dengan rakyat dan memperjuangkan pendidikan. Beliau berani menentang kebijakan kolonial Belanda yang membatasi akses pendidikan hanya untuk keturunan Belanda dan bangsawan.
Akibat kritiknya, beliau diasingkan ke Belanda. Sepulangnya dari pengasingan, pada 3 Juli 1922 beliau mendirikan lembaga pendidikan National Onderwijs Instituut Taman Siswa sebagai sarana bagi kaum pribumi atau rakyat jelata untuk mendapatkan kesempatan bersekolah dan memperoleh pendidikan yang layak dan patut.
Beliau mencetuskan filosofi pengajaran ikonis yang masih digunakan hingga kini:
Ing Ngarso Sung Tulodo (Di depan memberi teladan)
Ing Madyo Mangun Karso (Di tengah membangun semangat)
Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan).
Pemerintah Indonesia menetapkan 2 Mei (hari lahirnya) sebagai Hari Pendidikan Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) RI No. 316 Tahun 1959 pada tanggal 16 Desember 1959 sebagai bentuk penghargaan dan mengenang jasa-jasanya dalam mencerdaskan bangsa serta kontribusinya bagi negara sebagaimana dilansir laman guru binar.
Setelah Indonesia merdeka, Ki Hajar Dewantara juga dipercaya menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Indonesia yang pertama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....