Jumlah Bahasa Daerah di Indonesia 2026
- 01 Mei 2026 14:22 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID.Gunungsitoli - Berdasarkan pemetaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen per Februari 2026, Indonesia memiliki 718 bahasa daerah. Lebih dari 50% masyarakat Indonesia masih menggunakan bahasa daerah dalam komunikasi harian di rumah.
Jumlah ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan keragaman bahasa terbesar kedua di dunia setelah Papua Nugini. Sebagian bahasa berada dalam kondisi rentan, terancam punah, hingga kritis.
Hingga 2025/2026, 120 bahasa daerah di 38 provinsi telah masuk dalam Program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD). Sebagian besar bahasa daerah tersebut tersebar di wilayah timur Indonesia seperti NTT, Maluku, dan Papua. Program revitalisasi difokuskan untuk menjaga keberlanjutan bahasa daerah di tengah arus globalisasi.
Sebaran bahasa daerah tersebar di berbagai wilayah dengan konsentrasi terbesar berada di wilayah timur Indonesia:
Papua: Memiliki jumlah terbanyak dengan 326 bahasa.
Papua Barat: 102 bahasa.
Nusa Tenggara Timur: 72 bahasa.
Maluku: 62 bahasa.
Kalimantan Tengah: 23 bahasa.
Meskipun jumlahnya mencapai ratusan, banyak bahasa daerah saat ini menghadapi tantangan serius. Hanya sekitar 18 bahasa yang berstatus aman. Terdapat 29 bahasa yang terancam punah dan 8 bahasa dalam kondisi kritis. Terdapat 21 bahasa yang rentan. Setidaknya 5 hingga 11 bahasa daerah telah dinyatakan punah.
Pemerintah melalui kementerian pendidikan dasar dan menengah terus menggencarkan Program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang hingga tahun 2025 telah mencakup 120 bahasa daerah di 38 provinsi untuk menjaga kelestariannya. Google Translate telah mengintegrasikan 12 bahasa daerah (seperti Aceh, Betawi, Bali, dan Minang) untuk mempermudah penggunaan di era digital sebagaimana dilansir laman Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....