Perubahan Iklim Mempengaruhi Kesehatan, Lebih Dekat dari yang Kita Kira

  • 24 Apr 2026 11:40 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Perubahan iklim bukan cuma soal es kutub mencair atau cuaca panas ekstrem. Dampaknya sudah sampai ke tubuh kita. Dari udara yang dihirup sampai makanan yang dimakan, iklim yang berubah ikut mengubah risiko kesehatan.

1. Gelombang Panas Picu Heatstroke & Dehidrasi

Suhu makin tinggi bikin kasus heatstroke naik, terutama pada lansia, anak, dan pekerja luar ruangan. Tubuh susah melepas panas, organ bisa rusak kalau tidak cepat ditangani. Dehidrasi juga makin sering karena kita kehilangan cairan lebih cepat.

2. Kualitas Udara Menurun, Penyakit Pernapasan Meningkat

Cuaca panas + polusi = ozon permukaan tanah naik. Hasilnya: asma kambuh, ISPA, dan bronkitis. Kebakaran hutan yang makin sering karena musim kemarau panjang juga menghasilkan asap pekat yang berbahaya untuk paru-paru.

3. Penyakit Tular Vektor Meluas

Nyamuk Aedes aegypti pembawa DBD dan Anopheles pembawa malaria senang di iklim hangat dan lembap. Dengan suhu global naik, wilayah persebarannya ikut meluas. Daerah yang dulu “aman” sekarang mulai melaporkan kasus.

4. Krisis Air Bersih & Penyakit Diare

Banjir mencemari sumber air minum, sementara kekeringan bikin stok air bersih menipis. Dua kondisi ini meningkatkan risiko diare, kolera, dan penyakit kulit. WHO mencatat diare tetap jadi penyebab kematian balita tertinggi di dunia, dan perubahan iklim memperparah.

5. Gangguan Pangan & Gizi

Panas ekstrem dan hujan tidak menentu bikin gagal panen. Hasilnya: harga pangan naik, akses gizi menurun. Malnutrisi dan stunting pada anak jadi ancaman nyata, terutama di wilayah yang rawan pangan.

6. Kesehatan Mental Terganggu

Bencana iklim seperti banjir bandang, longsor, atau kehilangan mata pencaharian memicu stres, kecemasan, dan trauma. Istilahnya eco-anxiety: cemas berlebihan karena kondisi lingkungan yang makin buruk.

Siapa yang Paling Rentan?

Anak-anak, lansia, ibu hamil, orang dengan penyakit kronis, dan masyarakat berpenghasilan rendah. Mereka punya akses lebih sedikit ke AC, air bersih, atau layanan kesehatan saat bencana datang.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

  • Adaptasi di level pribadi: Banyak minum saat cuaca panas, pakai kelambu anti nyamuk, simpan air bersih dengan aman, dan cek info kualitas udara harian.

  • Lindungi kelompok rentan: Pastikan lansia dan anak tidak kepanasan, bantu tetangga saat banjir.

  • Kurangi pemicu perubahan iklim: Hemat listrik, pakai transportasi umum, kurangi sampah plastik, tanam pohon. Kecil, tapi kalau kolektif dampaknya besar.

  • Dukung kebijakan kesehatan iklim: Vaksinasi DBD, peringatan dini cuaca ekstrem, dan ruang hijau kota perlu didorong.

    Perubahan iklim adalah masalah kesehatan. Melindungi lingkungan artinya melindungi diri sendiri. Pilih sehat, mulai dari langkah yang bisa kita kendalikan hari ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....