Dari Minyak Bumi hingga Plastik, Proses Panjang yang Jarang Diketahui

  • 08 Apr 2026 15:19 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Plastik telah menjadi bagian penting dalam berbagai kebutuhan, namun proses pembentukannya masih jarang diketahui secara luas. Di balik bentuknya yang sederhana, plastik berasal dari rangkaian pengolahan panjang yang berawal dari minyak bumi.

Plastik sebagian besar berasal dari minyak mentah, cairan gelap yang terbentuk dari sisa organisme purba yang tertimbun jutaan tahun lalu di dalam lapisan batuan bumi. Minyak ini mengandung senyawa hidrokarbon yang menjadi bahan baku berbagai produk modern, termasuk plastik.

Proses dimulai dengan pengeboran dan ekstraksi minyak mentah dari lapisan batuan atau dasar laut. Minyak ini kemudian dikirim ke kilang melalui pipa, kapal, atau truk, melewati tahap pemurnian awal sebelum diolah lebih lanjut.

Di kilang, minyak mentah melalui distilasi fraksional, dipanaskan untuk memisahkan fraksi berdasarkan titik didih. Fraksi penting untuk plastik adalah nafta, sementara fraksi lain digunakan untuk bahan bakar dan residu.

Nafta kemudian dipecah melalui cracking, menghasilkan molekul lebih kecil seperti etilena dan propilena, yang menjadi blok bangunan utama plastik. Senyawa ini dimurnikan agar siap masuk tahap polimerisasi.

Dalam polimerisasi, monomer digabung menjadi rantai panjang membentuk polimer, yang kemudian dibentuk menjadi pelet plastik. Pelet ini adalah bahan mentah yang mudah diangkut dan diproses lebih lanjut.

Pelet dilelehkan dan dicetak melalui berbagai teknik industri, mulai dari ekstrusi, injection molding, hingga blow molding, menghasilkan produk akhir dengan sifat berbeda, dari fleksibel hingga kuat dan tahan lama. Pada tahap ini, aditif ditambahkan untuk memberi warna, ketahanan panas, atau sifat mekanik tertentu.

Selain plastik berbasis minyak bumi, beberapa plastik modern dibuat dari bahan nabati seperti jagung atau tebu, disebut bioplastik. Namun, plastik minyak bumi tetap dominan karena lebih murah dan stabil dalam produksi massal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....