Sejarah Awal Dibuatnya Nasi Goreng
- 31 Mar 2026 15:28 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID.Gunungsitoli - Nasi goreng (dikenal sebagai Chaufan) lahir sebagai solusi praktis untuk mengolah nasi sisa agar tetap layak dimakan. Nasi digoreng kembali dengan bumbu sederhana seperti bawang putih, kecap asin, dan minyak untuk memberikan aroma serta menghangatkan teksturnya.
Nasi goreng menyediakan protein lengkap, vitamin B dari beras dan telur, zat besi dari sumber protein dan jika dibuat dengan sayuran, menambah serat dan antioksidan . Ini adalah makanan lengkap secara nutrisi yang mencakup berbagai kelompok makanan. Memasak nasi goreng sehat berfokus pada pemilihan bahan yang kaya nutrisi dan teknik memasak yang meminimalkan lemak jenuh serta kalori berlebih, seperti dirilis laman NutriScan App.
Asal usul nasi goreng bermula dari Tiongkok kuno, diperkirakan muncul pertama kali pada masa Dinasti Sui (589–618 Masehi) di kota Yangzhou. Hidangan ini tercipta karena budaya masyarakat Tionghoa yang tidak menyukai makanan dingin dan enggan membuang sisa nasi yang berlebih.
Hidangan ini dibawa oleh para pedagang dan imigran Tionghoa ke wilayah Nusantara (seperti era Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit) sekitar abad ke-10 hingga ke-16. Sebelum mengenal nasi goreng, masyarakat lokal biasanya mengolah nasi sisa dengan cara menjemurnya untuk dijadikan kerupuk seperti intip atau rengginang, sebagaimana dilansir laman Jambiupdate.
Nasi goreng kini dianggap sebagai salah satu hidangan nasional Indonesia. Bahkan, dalam catatan sejarah modern, nasi goreng pernah menjadi menu sahur para tokoh proklamator, seperti Bung Karno dan Bung Hatta, saat merumuskan naskah proklamasi di kediaman Laksamana Maeda. Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 104 jenis variasi nasi goreng yang tersebar di berbagai daerah dan telah berevolusi menjadi salah satu ikon kuliner Indonesia, dilansir laman Wikipedia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....