Sejarah dalam Penentuan Hilal
- 16 Mar 2026 11:03 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID. Gunungsitoli - Pada masa pra-Islam, masyarakat Arab telah mempraktikkan pengamatan hilal untuk menentukan awal bulan dalam sistem penanggalan mereka. Metode ini didasarkan pada penampakan bulan sabit pertama setelah fase bulan baru sebagai penanda dimulainya siklus bulan yang baru.
Dalam perkembangan selanjutnya, praktik tersebut diadopsi dan dilembagakan dalam tradisi Islam sebagai dasar penetapan kalender Hijriah. Pengamatan hilal kemudian memperoleh dimensi religius, karena berfungsi sebagai acuan dalam menentukan waktu pelaksanaan ibadah tertentu, sekaligus mempertahankan kesinambungan tradisi astronomi yang telah dikenal sebelumnya.
Pada masa keemasan peradaban Islam, pengamatan hilal berkembang menjadi disiplin ilmu yang maju dan terstruktur. Para ilmuwan Muslim terkemuka, seperti Al-Biruni, Ibn Yunus dan Al-Battani, memberikan kontribusi penting melalui pengembangan metode observasi dan instrumen astronomi yang memungkinkan penentuan posisi bulan dan bintang secara lebih akurat sebagaimana dilansir di laman Wikipedia.
Seiring berjalannya waktu, metode pengamatan hilal terus mengalami evolusi. Pada abad ke-20, kemajuan teknologi astronomi memunculkan perdebatan antara metode rukyat (pengamatan langsung) dan hisab (perhitungan astronomis) dalam menentukan awal bulan Hijriah, yang masing-masing memiliki keunggulan dan tantangan tersendiri.
Di Indonesia, sejarah pengamatan hilal memiliki dinamika khusus. Pada masa kolonial Belanda, sistem kalender Gregorian diterapkan untuk administrasi pemerintahan, sementara masyarakat Muslim tetap menggunakan kalender Hijriah berbasis pengamatan hilal untuk kepentingan ibadah. Setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama Republik Indonesia, mengambil peran koordinatif dalam pengamatan hilal secara nasional. Lembaga-lembaga seperti Badan Hisab dan Rukyat (BHR) didirikan untuk menstandarisasi dan mengelola proses observasi hilal di seluruh wilayah Indonesia, sehingga menetapkan awal bulan Hijriah dapat dilakukan secara terintegrasi dan sahih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....