Pacu Jalur, Balimau Kasai dan Ronjok Poso, Tradisi Daerah yang Terus Lestari
- 12 Mar 2026 11:21 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID. Gunungsitoli - Setiap tradisi yang telah dijelaskan mencerminkan kekayaan budaya Indonesia dalam menyambut ramadan. Melalui berbagai ritual khas, masyarakat tidak hanya mempersiapkan diri secara spiritual, tetapi juga mempererat silaturahim dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.
Melansir dari situs kemenparekraf.go.id, berikut ini tradisi menyambut ramadan di daerah-daerah Indonesia:
Pacu Jalur (Riau)
Masyarakat Riau memiliki tradisi unik dalam menyambut Ramadan, yaitu Pacu Jalur yang diadakan setiap tahun di sungai Batang Kuantan. Perlombaan dayung ini menggunakan perahu sepanjang 40 Meter yang dihiasi dan diawaki 40 hingga 60 pendayung. Tradisi tersebut tidak hanya mencerminkan semangat sportivitas, tetapi juga kerja sama, gotong royong dan mempererat kebersamaan warga yang menjadi nilai utama dalam kehidupan masyarakat Riau.
Lomba perahu tradisional ini diakhiri dengan kegiatan bersuci di sungai menjelang matahari terbenam. Tradisi pacu jalur ini menjadi sarana hiburan dan menarik perhatian bagi masyarakat sebelum memasuki bulan ramadan.
Balimau Kasai (Kampar, Riau)
Balimau kasai adalah tradisi mandi menggunakan air yang dicampur dengan limau atau jeruk. Ini memiliki makna yang mendalam yakni bersuci sehari sebelum Ramadan. Balimau kasai biasanya dilakukan petang hari jelang bulan Puasa.
Masyarakat setempat biasanya menggunakan berbagai limau, seperti limau purut, limau nipis atau limau kapas.
Ronjok Poso (Lampung)
Ronjok Poso merupakan tradisi saling memaafkan sebelum datangnya bulan Ramadan. Tradisi Ronjok Poso dilakukan supaya salah dan khilaf di antara masyarakat terhapuskan. Ronjok Poso ditandai dengan memasang lampu minyak atau obor di depan rumah warga.