Asal Mulanya Penamaan Hari Sabtu di Indonesia

  • 12 Mar 2026 10:55 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID. Gunungsitoli - Dalam bahasa Indonesia, penamaan hari-hari seperti Senin hingga Sabtu memiliki dasar dari sistem penamaan bahasa Arab yang menunjukkan urutan bilangan (dua hingga tujuh).

Penamaan Sabtu di Indonesia berasal dari bahasa Arab as-sabt yang berarti ketujuh karena merupakan hari ketujuh dalam penamaan Arab yang dimulai dari Ahad dan berkaitan dengan kata beristirahat atau berhenti. Kata ini juga memiliki akar kata yang sama dengan kata Ibrani, Sabat yang artinya hari istirahat atau hari Sabat. Makna ini merujuk pada keyakinan bahwa hari ketujuh dalam seminggu adalah hari perhentian atau hari suci, di mana Tuhan berhenti dari pekerjaan penciptaan-Nya, dan umat beriman juga diperintahkan untuk berhenti dari pekerjaan duniawi mereka untuk beribadah.

Penggunaan nama hari dalam bahasa Indonesia, termasuk Sabtu, banyak dipengaruhi oleh masuknya budaya dan agama, terutama Islam, ke Nusantara. Nama-nama hari lainnya juga diserap dari bahasa Arab yang kemudian menjadi standar dalam penanggalan nasional Indonesia.

Sabtu adalah salah satu nama hari dalam seminggu, yang berada di antara hari Jumat dan hari Minggu. Hari Sabtu merupakan hari keenam dalam seminggu, sementara menurut beberapa negara (termasuk Indonesia) dan dalam tradisi agama-agama Abrahamik, hari Sabtu merupakan hari ketujuh dan terakhir dalam seminggu.

Nama arkais untuk hari Sabtu adalah Saniscara. Nama Saniscara berasal dari bahasa Sanskerta yang merujuk pada dewa Sani dalam agama Hindu, serta merujuk pada planet Saturnus. Penamaan ini masih hidup dalam perhitungan saptawara pada sistem Pawukon sebagaimana dilansir di laman Wikipedia.

Rekomendasi Berita