Bahaya Membungkus Makanan dengan Koran Bekas

  • 03 Mar 2026 09:58 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID,Gunungsitoli - Masih banyak pedagang maupun masyarakat yang menggunakan koran bekas untuk membungkus makanan, terutama gorengan atau jajanan pasar. Alasannya sederhana: praktis dan murah. Namun, kebiasaan ini ternyata memiliki risiko kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele.

Koran dicetak menggunakan tinta yang mengandung berbagai bahan kimia. Tinta tersebut tidak dirancang untuk bersentuhan langsung dengan makanan. Saat makanan panas atau berminyak dibungkus dengan koran, zat kimia dari tinta bisa berpindah ke makanan.

Beberapa bahan dalam tinta cetak dapat mengandung logam berat atau senyawa kimia tertentu yang berisiko bagi tubuh jika terpapar dalam jangka panjang. Meskipun jumlahnya mungkin kecil, paparan berulang tetap bisa berdampak pada kesehatan.

Koran bekas biasanya telah berpindah tangan dan diletakkan di berbagai tempat sebelum digunakan sebagai pembungkus. Permukaannya bisa saja terkontaminasi debu, bakteri, atau kotoran lainnya. Ketika makanan bersentuhan langsung dengan koran, risiko kontaminasi meningkat.Terlebih lagi jika makanan tersebut tidak dipanaskan kembali sebelum dikonsumsi.

Anak-anak dan ibu hamil termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap paparan zat kimia berbahaya. Sistem tubuh anak yang masih berkembang membuat mereka lebih sensitif terhadap racun dalam jumlah kecil sekalipun. Paparan jangka panjang dapat berdampak pada pertumbuhan dan kesehatan secara umum.

Paparan bahan kimia dari tinta cetak dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, seperti masalah pencernaan, gangguan hormon, bahkan risiko penyakit kronis tertentu. Walaupun efeknya tidak langsung terlihat, risiko tetap ada jika kebiasaan ini terus dilakukan.

Sebagai gantinya, gunakan kertas khusus makanan (food grade), kertas minyak, daun pisang bersih, atau wadah makanan yang aman. Bahan-bahan tersebut memang dirancang untuk kontak langsung dengan makanan sehingga lebih aman bagi kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....