Puasa dan Sikat Gigi: Batasannya
- 27 Feb 2026 09:24 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Menjaga kebersihan mulut adalah bagian dari adab seorang Muslim. Namun, ketika berpuasa, muncul pertanyaan yang kerap dibahas setiap Ramadan: bolehkah menyikat gigi saat puasa? Kekhawatiran terbesar tentu saja adalah risiko tertelannya air atau pasta gigi yang bisa membatalkan puasa. Di sisi lain, Islam sangat menekankan kebersihan, bahkan kebersihan mulut memiliki perhatian khusus dalam ajaran agama.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa menyikat gigi saat puasa hukumnya boleh, selama tidak ada sesuatu yang tertelan ke dalam tenggorokan. Dalam mazhab yang dirintis oleh Imam Syafi'i, bersiwak membersihkan gigi dengan kayu siwak diperbolehkan sepanjang hari bagi orang yang berpuasa. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas membersihkan mulut pada dasarnya tidak membatalkan puasa. Bahkan, dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari, disebutkan bahwa Nabi Muhammad menganjurkan siwak karena ia membersihkan mulut dan diridhai Allah. Dari sini, dapat dipahami bahwa prinsip dasarnya adalah kebersihan diperbolehkan, selama tidak melanggar batas puasa.
Namun, sebagian ulama memakruhkan menyikat gigi setelah waktu zawal (matahari tergelincir ke barat atau setelah zuhur). Pendapat ini juga dikenal dalam mazhab Imam Ahmad bin Hanbal, yang menilai bahwa bau mulut orang berpuasa memiliki keutamaan tersendiri di sisi Allah. Meski demikian, pendapat ini lebih kepada kehati-hatian (ihtiyath), bukan larangan tegas. Artinya, bukan menyikat giginya yang dilarang, melainkan dikhawatirkan menghilangkan bau khas orang yang berpuasa yang disebut dalam hadis memiliki nilai keutamaan.
Adapun waktu yang sebaiknya dihindari adalah ketika seseorang tidak mampu mengontrol diri sehingga berpotensi menelan air atau pasta gigi. Jika berkumur secara berlebihan hingga air masuk ke tenggorokan, maka puasanya bisa batal. Karena itu, para ulama menganjurkan agar menyikat gigi dilakukan dengan hati-hati, tidak berlebihan, dan lebih aman dilakukan sebelum waktu subuh atau setelah berbuka. Mengurangi penggunaan pasta gigi yang terlalu banyak juga menjadi langkah bijak untuk menjaga kehati-hatian.
Menyikat gigi saat puasa pada dasarnya diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa selama tidak ada yang tertelan. Islam adalah agama yang seimbang menjaga kebersihan sekaligus menjaga ibadah. Yang terpenting bukan hanya soal boleh atau tidak, tetapi bagaimana seseorang bersikap bijak dan berhati-hati dalam menjalankannya. Puasa bukan alasan untuk mengabaikan kebersihan, melainkan momentum untuk memadukan disiplin ibadah dengan tanggung jawab menjaga diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....