Penamaan Hari Kamis di Indonesia

  • 16 Feb 2026 08:47 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Nama hari dalam seminggu memiliki akar etimologis yang sangat variatif dalam berbagai bahasa. Beberapa bahasa tertentu menggunakan nama-nama hari yang berasal dari nama-nama planet klasik dalam astronomi Yunani Kuno (yang dinamakan berdasarkan dewa-dewi kontemporer pada masa itu) atau nama-nama planet atau dewa-dewi setempat yang setara dengannya; sistem tersebut diperkenalkan oleh bangsa Sumeria lalu diadopsi oleh bangsa Babilonia dan kemudian oleh Kekaisaran Romawi pada Abad Kuno Akhir. Beberapa bahasa lainnya menggunakan nama-nama hari berdasarkan urutannya dalam seminggu dengan bergantung pada acuan hari pertamanya, beberapa bahasa menggunakan acuan hari Minggu sebagai hari pertama sedangkan beberapa lainnya menggunakan acuan hari Senin.

Penamaan hari Kamis di Indonesia berasal dari bahasa Arab, yaitu kata khamis. Kata tersebut berasal dari akar kata khamsa yang berarti lima, merujuk pada posisinya sebagai hari kelima dalam seminggu (dimulai dari Ahad atau Minggu).

Makna ini mengacu pada urutan hari dalam seminggu menurut kalender Islam, di mana Kamis adalah hari kelima. Nama ini kemudian diadopsi dan menjadi bagian dari penamaan hari dalam bahasa Indonesia. Ini karena dalam kalender Islam dan juga kalender Masehi yang digunakan secara umum di Indonesia, hari Kamis merupakan hari kelima dalam seminggu, jika hari Minggu dianggap sebagai hari pertama. Pengaruh penamaan hari dari bahasa Arab ini terkait erat dengan masuknya agama Islam dan penggunaan kalender Hijriah di wilayah Nusantara selama berabad-abad.

Kamis adalah salah satu nama hari dalam seminggu, yang berada di antara hari Rabu dan hari Jumat. Hari Kamis merupakan hari keempat dalam seminggu, sementara menurut beberapa negara (termasuk Indonesia) dan dalam tradisi agama-agama Abrahamik, hari Kamis merupakan hari kelima dalam seminggu.

Nama arkais untuk hari Kamis adalah Respati yang seakar dengan kata Wrespati dalam bahasa Jawa Kuno dan Wraspati dalam bahasa Bali. Nama ini berasal dari bahasa Sanskerta, yang merujuk pada dewa Wrehaspati dalam agama Hindu. Penamaan ini masih hidup dalam perhitungan saptawara pada sistem Pawukon sebagaimana dilansir laman Wikipedia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....