Bahaya Kebiasaan Menggigit Kuku Bagi Kesehatan

  • 04 Feb 2026 07:46 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Menggigit kuku merupakan kebiasaan yang sering dianggap sepele dan bahkan dilakukan tanpa disadari, terutama saat seseorang merasa cemas, bosan, atau stres. Dalam dunia medis, kebiasaan ini dikenal dengan istilah onychophagia. Meski terlihat tidak berbahaya, menggigit kuku ternyata dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan fisik maupun mental jika dilakukan secara terus-menerus.

Salah satu bahaya utama dari kebiasaan menggigit kuku adalah meningkatnya risiko infeksi. Kuku dan area di sekitarnya merupakan tempat berkumpulnya berbagai kuman, bakteri, dan kotoran. Ketika kuku digigit, kuman tersebut dapat masuk ke dalam mulut dan saluran pencernaan, sehingga memicu gangguan kesehatan seperti diare, sakit perut, hingga infeksi bakteri. Selain itu, luka kecil pada kulit sekitar kuku juga dapat menjadi pintu masuk bakteri yang menyebabkan infeksi pada jari, seperti paronikia yang ditandai dengan pembengkakan, nyeri, dan nanah.

Kebiasaan ini juga berdampak buruk pada kesehatan gigi dan mulut. Menggigit kuku dapat menyebabkan gigi menjadi aus, retak, atau bergeser dari posisi normal. Tekanan yang terus-menerus pada gigi juga bisa memicu masalah pada rahang, termasuk nyeri sendi rahang atau temporomandibular joint disorder (TMJ). Tidak hanya itu, kebiasaan memasukkan jari ke dalam mulut dapat meningkatkan risiko sariawan dan peradangan gusi.

Dari sisi penampilan, menggigit kuku dapat merusak bentuk kuku dan membuatnya terlihat tidak rapi. Kuku bisa menjadi pendek tidak merata, rapuh, bahkan tumbuh tidak normal. Kulit di sekitar kuku pun sering kali menjadi kasar, luka, atau berdarah. Hal ini tentu dapat menurunkan rasa percaya diri, terutama bagi mereka yang peduli dengan penampilan tangan.

Secara psikologis, kebiasaan menggigit kuku sering berkaitan dengan masalah kecemasan, stres, atau gangguan kontrol impuls. Pada sebagian orang, kebiasaan ini menjadi bentuk pelampiasan emosi yang sulit dihentikan. Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa berkembang menjadi perilaku kompulsif yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Untuk mengatasi kebiasaan menggigit kuku, langkah pertama adalah menyadari pemicunya, apakah karena stres, bosan, atau cemas. Mengalihkan perhatian dengan aktivitas lain seperti meremas bola stres, mengunyah permen karet, atau menjaga kuku tetap rapi dengan dipotong dan dirawat juga dapat membantu. Penggunaan kuteks dengan rasa pahit sering digunakan sebagai cara sederhana agar seseorang enggan menggigit kuku. Jika kebiasaan ini sudah sangat mengganggu dan sulit dikendalikan, berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog dapat menjadi solusi yang tepat.

Menggigit kuku bukan sekadar kebiasaan kecil yang tidak berbahaya. Di balik itu, terdapat berbagai risiko kesehatan mulai dari infeksi, kerusakan gigi, hingga gangguan psikologis. Oleh karena itu, penting untuk mulai menghentikan kebiasaan ini demi menjaga kesehatan tubuh dan kualitas hidup secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....