Buah Kecapi (Sandoricum koetjape)
- 25 Jan 2026 12:54 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID,Gunungsitoli - Buah kecapi atau (Sandoricum koetjape) paling umum dikenal dengan nama sentul atau sentol. Buah tropis yang rasanya asam manis ini juga memiliki sebutan lain seperti ketuat, setun, atau dalam bahasa Inggris disebut santol. Di beberapa daerah atau negara, buah ini juga dikenal sebagai wild mangosteen (manggis hutan) atau buah kapas.
Buah kecapi berasal dari kawasan Indo-Cina dan Semenanjung Malaya, dan saat ini tersebar luas di wilayah Asia Tropis terutama Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Thailand. Di Indonesia, tanaman ini tumbuh di berbagai pulau, populer di Jawa (termasuk Betawi), Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, sering ditanam di pekarangan.
Buah tropis berbentuk bulat (diameter 5-8 cm) dengan kulit tebal berwarna kuning keemasan hingga kecokelatan, berbulu halus, dan mengandung getah putih. Daging buahnya bersegmen seperti manggis, bertekstur lunak, berair, berwarna putih. Buah kecapi memiliki perpaduan rasa manis dan asam yang segar. Daging buahnya lembut, berair, dan berwarna putih, sekilas mirip buah manggis, namun melekat pada biji yang cukup besar. Saat matang, dominasi rasa manis akan terasa, sedangkan buah yang belum matang cenderung kecut.
Buah kecapi kaya akan serat, vitamin C, zat besi, dan antioksidan (seperti kuersetin) yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun, melancarkan pencernaan, serta mencegah sembelit dan wasir. Kandungan nutrisinya juga membantu menurunkan kolesterol jahat, menjaga kesehatan kulit, serta berpotensi mencegah kanker dan diabetes.
Ada beberapa keunikan lain dari buah kecapi diantaranya kulitnya tebal, berbulu halus seperti beludru, berwarna kuning keemasan, dan mengandung getah putih susu. Buah kecapi multiguna karena hampir semua bagian pohonnya dapat dimanfaatkan, mulai dari buahnya yang enak dimakan, daun dan akarnya untuk obat herbal, hingga batangnya untuk bahan bangunan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....