Harapan Kepada UMKM Penerima Bantuan Peralatan dan Mesin Dari CSR Bank Sumut

  • 10 Sep 2026 17:15 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Kabupaten Nias - Bantuan mesin dan peralatan produksi harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas, kualitas produk, pendapatan masyarakat, serta kesejahteraan pelaku UMKM.

Hal ini ditegaskan Bupati Nias, Yaatulo Gulo saat membuka secara resmi kegiatan Pelaksanaan Pelatihan UMKM sekaligus menyerahkan secara simbolis Peralatan dan Mesin Pengolahan kepada penerima manfaat kegiatan yang bersumber dari Program Kemitraan dan Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Sumut Tahun Anggaran 2025, bertempat di Aula Pertemuan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Nias, Kamis 10 September 2026.

Bupati Nias juga menyampaikan bahwa Kabupaten Nias memiliki potensi pertanian yang besar, salah satunya komoditas pisang kepok yang dikenal dengan nama “Gae Siata”. Selama ini, pisang kepok Nias masih banyak dipasarkan dalam bentuk segar sehingga nilai ekonominya relatif terbatas.

Dengan adanya dukungan teknologi pengolahan, komoditas tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah, di antaranya tepung pisang dan keripik pisang.

Di sisi lain, pelaku UMKM di Kabupaten Nias masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam mengakses dan menerapkan teknologi baru, melakukan diversifikasi produk, mengembangkan strategi pemasaran, serta memperoleh akses permodalan. Kondisi tersebut turut memengaruhi mutu dan daya saing produk olahan lokal.

“Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat sangat diperlukan. Melalui pelatihan peningkatan keterampilan serta bantuan mesin dan peralatan dari Program CSR dan Kemitraan PT Bank Sumut ini, kita harapkan dapat menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi berbagai kendala yang dihadapi oleh pelaku UMKM,” kata Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Nias menyampaikan beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian para penerima manfaat.

Pertama, Bupati mengharapkan kelompok tani dan pelaku UMKM dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh serta mempelajari proses pengolahan yang benar, menjaga kebersihan dan keamanan produk, memilih bahan baku yang berkualitas, dan menerapkan proses produksi secara tepat.

Menurutnya, produk UMKM harus mampu bersaing tidak hanya dari segi harga, tetapi juga kualitas, kebersihan, kemasan dan cita rasa.

Kedua, bantuan peralatan dan mesin yang telah diberikan harus dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan. Para penerima manfaat diharapkan dapat merawat dan melakukan pemeliharaan mesin secara berkala serta menyusun jadwal produksi yang jelas.

Bupati menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan stimulan, sedangkan keberhasilan pengembangan usaha sangat bergantung pada kemauan, komitmen dan kesungguhan para pelaku UMKM.

Ketiga, Bupati mendorong para pelaku UMKM agar tidak hanya berorientasi pada kegiatan produksi, tetapi juga mampu membangun strategi pemasaran yang baik.

Para pelaku usaha diharapkan mulai memanfaatkan media sosial, marketplace, WhatsApp dan berbagai platform digital lainnya sebagai sarana pemasaran. Selain itu, pelaku UMKM juga didorong untuk membangun merek yang mudah dikenal, menyediakan kemasan yang menarik dan informatif, serta melengkapi izin dan label sesuai ketentuan yang berlaku.

“Dengan demikian, produk tepung pisang dan keripik pisang yang kita hasilkan tidak hanya dipasarkan di lingkungan sekitar, tetapi dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Bupati.

Keempat, Bupati meminta perangkat daerah terkait untuk terus memberikan pendampingan secara berkelanjutan kepada para pelaku UMKM, khususnya dalam peningkatan kualitas produk, pengembangan kemasan, pemasaran, akses pembiayaan, pengembangan usaha, pembukaan jaringan pasar serta pemenuhan aspek perizinan.

Adapun Bantuan yang diberikan berupa Mesin Vacuum Frying, Mesin Perajang Pisang, Mesin Continuous Band Sealer, dan plastik kemasan diberikan kepada lima UMKM, yakni Usaha Indah Sari di Desa Lasara Idanoi, Kecamatan Gido, yang dikelola oleh Ida Roida; Usaha Mbak Sri di Desa We’a-We’a, Kecamatan Sogaeadu, yang dikelola oleh Sri Wahyuni; UD. Aden di Desa Bozihona, Kecamatan Idanogawo, yang dikelola oleh Yufrida Zega; UD. Ziakhi di Desa Hilialawa, Kecamatan Bawolato, yang dikelola oleh Tetty Bawamenewi; serta UMKM Family Gel di Desa Onowaembo Hiligara, Kecamatan Hiliduho, yang dikelola oleh Dewi Warni Laoli.

Sementara pada Program Kemitraan, mencakup Bantuan Peralatan, Mesin dan Pelatihan Pengolahan Tepung Pisang Kepok Nias diantaranya Mesin Perajang Pisang, dua unit Oven Pengering, Disk Mill Listrik, Mesin Ayakan Tepung Stainless, Mesin Pengemas Otomatis, dan plastik kemasan yang diberikan kepada Kelompok Tani Hasaradodo di Desa Hilibadalu, Kecamatan Sogaeadu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....