Perawatan Mudah, Ashari Menikmati Menanam Pisang Cavendish

  • 01 Sep 2026 16:05 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Bertanam pisang Cavendish ternyata cukup menjanjikan, ini dirasakan Ashari Hulu seorang petani pisang di desa Dahana kecamatan Gunungsitoli saat diwawancara rri.co.id untuk acara Pos UMKM.

Saat ini dilahan miliknya ia menanam 50 batang pisang Cavendish yang dalam bahasa Nias disebut gae ndraono atau pisang nona. Rasa pisang ini manis hampir seperti gae mbanua dan bisa langsung dimakan. Bibit pisang ini pertama kali ia dapatkan dari seorang teman.

Saat ini ia menjual 1 tandan pisang Cavendish seharga Rp70 ribu rupiah isi 10 sampai 12 sisir.

“Awalnya saya jual lima puluh ribu per tandan, karena diharga segini menurut saya menguntungkan karena mulai dari waktu, perawatan tidak begitu besar saya gunakan, jadi 50 ribu mulai bagus pemasarannya, tapi lama-lama saya naikkan tujuh puluh ribu sampai sekarang dan mereka tidak masalah dengan harga segitu,” katanya, Selasa 1 September 2026.

Ashari Hulu di Kebun Pisang Miliknya

Pisang ini siap disantap jika warna kulitnya mulai kekuningan. Dengan perawatan yang tidak rumit, pisang ini sudah bisa dipanen kurang lebih 9 bulan. Dengan batang pohon yang tidak terlalu tinggi, pisang Cavendish gampang dibersihkan dan dipetik saat matang.

Budidaya pisang cavendish ini juga bagi Ashari tidak terlalu membutuhkan modal besar karena untuk pupuk ia cukup menggunakan pupuk organik caranya tandan-tandan pisang yang sudah busuk dicacah dan ditabur di sekitar pokok pisang.

“Saya ambil sisa-sisa tandan pisang yang busuk, saya cincang kecil-kecil lalu saya tabur di sekitar pokok pisang itu, berjaraklah sedikit dari pokoknya, dan ini saja pupuknya, saya tidak pakai pupuk kimia,” ucap Ashari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....