Owner Luma Terbuka Terima Kritik dari Lumantik

  • 27 Jan 2026 16:23 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Luma atau Es Lumut Manja kini diklaim menjadi salah satu minuman viral di kota Gunungsitoli, setidaknya bagi ketiga ownernya, Hainun, Resna dan Eva.

Hal ini mereka ungkapkan saat menjadi bintang tamu acara Pos UMKM di Pro 1 RRI Gunungsitoli Senin, 26 Januari 2026.

Berkat promosi yang massif di media sosial khususnya Instagram dan Tiktok, minuman Luma popular dan viral di kota Gunungsitoli, termasuk dalam hal omzet.

Eva salah seorang owner mengatakan awalnya produksi Luma mereka hanya sekitar 80 botol per minggu, namun kini meningkat menjadi 300 botol per minggu, bahkan saat ada event bisa tembus ke 500 botol.

Omzet ini bagi mereka berkat Lumantik julukan bagi Penikmat Luma yang selalu memberikan kritikan membangun bahkan juga ide-ide yang membuat mereka terus berusaha membuat terobosan pada varian rasa dan produk.

“Kita terbuka untuk kritikan apalagi dari Lumantik. Contoh waktu ada yang nanya kenapa rasa Luma tidak terlalu manis, yah kita jawab karena memang rasa manisnya itu hanya dari susu tidak kita tidak tambahkan gula. Juga ada yang komplain karena Luma yang tidak dingin. Ini memang resiko karena kita belum ada gerai jadi pas kita mangkal jualan Luma yah dinginnya tidak bertahan lama karena kita hanya pake cooler box atau ice pack saja,” ucap Hainun.

Dengan tagline “Momen apapun diLumain ajah”, es lumut manja atau Luma ini dijual secara online maupun offline. Dimana ketiganya sering mangkal di RPTRA, Tugu gempa dan lokasi-lokasi yang ramai.  1 botol Luma ukuran 250 ml dibandrol dengan harga Rp 8 ribu.

Luma saat ini terdiri dari 3 produk yakni Luma Gift dengan harga Rp10 ribu dikemas dalam kotak mika, cocok untuk hadiah atau bingkisan bagi seseorang, kemudian Luma Pack berisi 8 varian Luma dikemas dalam sebuah tas plastik dan free hang tag dan ucapan dengan harga Rp70 ribu serta Luma Treat dengan jumlah diatas 100 botol, berlaku diskon dan free design sticker pada botol.

“Mimpi kami suatu saat nanti kami bisa memiliki gerai,” ucap Resna.

Baca juga: Awal Mula Es Lumut Manja di Kota Gunungsitoli

Rekomendasi Berita