Perbedaan Bisnis Startup dengan UMKM
- 30 Sep 2026 08:39 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID,Gunungsitoli - Istilah bisnis startup belakangan ini sering disebut di berbagai media. Banyak orang yang menganggap bisnis startup adalah perusahaan yang memanfaatkan teknologi dan cocok untuk anak muda. Anggapan tersebut bisa saja benar, namun nyatanya pengertian bisnis startup tersebut tidak lengkap.
Dilansir dari situs bhinneka.com, Bisnis startup adalah model bisnis yang memungkinkan para profesional berkesempatan untuk berbagi bakat dan pengetahuan mereka untuk mengembangkan produk atau jasa yang mempengaruhi pasar secara positif. Di dalam bisnis startup, setiap karyawan bisa mengembangkan keterampilannya untuk membantu perusahaan terus bertumbuh.
Bisnis startup adalah perusahaan yang pada tahap awal operasinya membawa produk atau layanan baru yang inovatif untuk diperkenalkan ke pasar. Karena produk dan layanannya masih baru, bisnis ini membutuhkan biaya operasional yang tinggi, namun pendapatan yang terbatas. Hal tersebut membuat pendiri startup harus mencari investor dari berbagai sumber, seperti: keluarga, teman, atau pemodal ventura. Tidak jarang, pendiri startup juga menggelontorkan banyak uangnya untuk menggerakan perusahaan ke tujuan yang direncanakan.
Meskipun memiliki beberapa kesamaan, namun bisnis startup punya perbedaan dengan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Berikut ini perbedaan Startup dan UMKM:
Tujuan akhir dari bisnis startup adalah mengubah pasar melalui produk dan layanan yang dipadukan dengan teknologi baru. Sedangkan, Usaha Kecil Menengah cenderung mengikuti permainan di pasar dan masuk ke dalam pasar lokal yang sudah banyak pemainnya.
Hal ini berbeda dari startup yang berusaha mengubah cara orang berbisnis, cara orang menikmati layanan, dan lain sebagainya. Dengan dibantu teknologi, bisnis startup berupaya mempengaruhi pasar yang mereka masuki untuk mengubah gaya hidup atau cara bertransaksi.
Bisnis startup menarik modal dari luar dengan imbalan saham, atau kepemilikan atas perusahaan. Pendiri startup harus bisa meyakinkan investor untuk menanamkan modal di perusahaan yang masih bertumbuh, dan belum memiliki pendapatan besar. Modal yang didapat kemudian digunakan untuk pengembangan produk dan layanan dan rekrutmen sumber daya yang diperlukan.
Berbeda dengan Usaha Kecil Menengah. Kebanyakan usaha kecil menggunakan metode konvensional untuk memperoleh dana. Contohnya mencari pinjaman dari bank, kredit, atau hutang ke orang terdekat. Kepemilikan atas usaha kecil tersebut tetap dipegang oleh pemilik. Usaha kecil menengah berorientasi laba, sehingga modal yang didapat dari hutang atau kredit diprioritaskan untuk segera dikembalikan (dibayar).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....