Atasi Keterbatasan Irigasi, Petani Tuhemberua Terapkan Metode tanpa Olah Tanah

  • 09 Jul 2026 17:31 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Seorang petani lokal sekaligus Pemerhati Pertania , Melius Zai, membagikan strategi pertanian dalam menyiasati keterbatasan infrastruktur irigasi pada lahan sawah tadah hujan yang sedang ia kelola di wilayahnya.

Di area persawahan Dusun 2 Desa Banua Gea, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias, Melinus menjelaskan kondisi sawahnya sangat bergantung pada air hujan karena tidak adanya sistem irigasi yang mengalir ke lahan tersebut.

Untuk mengatasi kendala itu, ia menerapkan metode TOT atau Tanpa Olah Tanah. Sistem ini dipilih sebagai solusi efisien untuk mempercepat proses tanam tanpa harus melewati tahap pembajakan tanah secara konvensional yang memakan waktu.

"Metode TOT ini kami terapkan agar petani tetap bisa tanam tepat waktu meski air terbatas dan tidak ada irigasi,"kata, Melius Zai. Kamis, 9 Juli 2026.

Ia menjabarkan langkah-langkah penerapan sistem TOT di lahannya. Tahap awal dimulai dengan pembersihan lahan yaitu membabat rumput atau vegetasi yang ada di area sawah. Setelah itu lahan langsung disemprot herbisida untuk mengendalikan gulma secara efektif.

Selanjutnya dilakukan pemberian mikroba bakteri ke lahan guna menjaga serta meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Setelah seluruh rangkaian persiapan selesai, barulah proses penanaman padi dilakukan.

Di akhir penjelasannya, Melinus juga menunjukkan kondisi visual terkini lahan sawah tadah hujan yang sudah siap ditanami.

Melalui metode TOT ini, diharapkan para petani yang mengandalkan sawah tadah hujan tetap dapat mengoptimalkan hasil panen mereka meski di tengah keterbatasan air dan irigasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....