Jembatan Emas di Hati Warga yang Terpinggirkan

  • 20 Feb 2026 10:59 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Nias Utara – Kegembiraan terpancar dari raut wajah masyarakat di kabupaten Nias Utara Provinsi Sumatera Utara yang notabene masih berada di daerah Tertinggal, Terluar dan Terdepan (3T). Program Presiden RI Prabowo Subianto, tentang pembangunan 300 ribu jembatan di wilayah 3 T, sedikit ada angin segar bagi warga di Nias Utara.

Proses pembangunan jembatan gantung ini sedang berlangsung di Dusun III Desa Sanawuyu, Kecamatan Sawo, Nias Utara. Pembangunan yang sedang di kerjakan TNI AD ini telah dimulai dan diperkirakan akan selesai dalam dua bulan kedepan. Selain Jembatan gantung, TNI AD juga akan membangun Aramco (gorong-gorong) baik di sungai Malöwu dan juga di Sungai Dange Nias Utara.

Kabupaten Nias Utara yang masih berada di daerah 3T ini, tentu banyak terdapat pembangunan yang belum tersentuh, mulai dari ruas jalan yang belum terbangun, masih banyak sungai-sungai yang belum ada jembatan sehingga sangat mengganggu aktivitas warga termasuk anak anak bika kesekolah. Apalagi ketika banjir, tentu aktivitas warga maupun anak anak sekolah yang melewati sungai yang belum terbangun jembatan tentu sangat berdampak.

Namun harapan dan doa masyarakat di kecamatan Sawo kabupaten Nias Utara terjawab, dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto, Pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan antara desa di Dusun III Desa Sanawuyu, Kecamatan Sawo, Nias Utara sedang dikerjakan saat ini. Pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan ini antara lain Personil Koramil 06 Tuhemberua Kodim 0213/Nias, dan masyarakat setempat,

Tadius Noferius Telaumbanua salah seorang Guru SD Negeri Orahili saat di wawancarai RRI di lokasi pembangunan menyatakan bahwa keinginan masyarakat untuk memiliki jembatan di jalur ini akhirnya bisa terwujud.

"Kami berterimakasih atas terbangunnya jembatan ini dan berharap segera selesai. dengan adanya jembatan ini aktivitas masyarakat baik guru dan siswa bisa berjalan dengan lancar tanpa melewati banjir yang dapat mengancam nyawa manusia," kata Noferius, Jum’at 20 Februari 2026.

Hal yang sama juga di utarakan Juli Kristiani Telaumbanua yang berprofesi sebagai guru SD Negeri Orahili kabupaten Nias Utara. dirinya sangat senang pembangunan jembatan gantung ini. Masyarakat tidak terhambat dalam melaksanakan aktivitas utamanya guru dan siswa yang setiap harinya melewati sungai ini.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan juga kepada TNI AD yang telah menanggapi keluhan masyarakat. Pembangunan jembatan ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat Desa Sanawuyu yang selama ini kesulitan menyeberangi sungai saat banjir. berharap segera selesai dan rampung.” ucap Juli.

Juli Kristiani Telaumbanua juga memberikan semangat kepada seluruh prajurit TNI yang terlibat dalam pembangunan jembatan gantung tersebut. " Kami berdoa diberikan keselamatan kepada seluruh prajurit TNI yang berjibaku mengerjakan jembatan gantung ini. Meskipun dalam kondisi hujan maupun panas dan tidak mengenal lelah untuk menyelesaikan pembangunan jembatan gantung tahap demi tahap. Terimakasih pak TNI." Ujarnya

Demikian juga di ungkapkan Melius Zai warga kabupaten Nias Utara. Ia berharap proyek pembangunan jembatan ini dapat terselesaikan dengan baik. Jembatan gantung ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, dimana masyarakat di wilayah ini sebagian besar masih petani. Dan tentunya hasil pertanian dapat langsung di jual di kecamatan maupun ke kota Gunungsitoli.

" Sangat berterimakasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan juga kepada Bapak KASAD yang telah mendukung pembangunan jembatan ini. Jembatan gantung ini diharapkan segera selesai sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Sanawuyu dan sekitarnya. Pembangunan jembatan ini juga merupakan contoh kerja sama yang baik antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.” ujar Melius Zai.

Untuk diketahui bersama, Kegiatan Karya Bhakti TNI melalui pembangunan jembatan gantung (Perintis Garuda) yang di kerjakan Kodim 0213/Nias bersama personil Yon TP 903/Baluseda dilaksanakan di 2 lokasi antara lain di sungai Moro’o desa Ononamolo III kecamatan Mandrehe barat kabupaten Nias Barat dan juga di di Dusun III Desa Sanawuyu, Kecamatan Sawo kabupaten Nias Utara. Kegiatan ini merupakan komitmen dari TNI AD dalam memperkuat konektifitas antar wilayah serta membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat di daerah 3T. Program Karya Bhakti TNI ini juga bukti bahwa TNI bukan hanya sebagai tentara yang professional, tetapi juga peduli dan dekat dengan rakyatnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....