Kelamaan Duduk Menyebabkan Sakit Ginjal? Mitos atau Fakta
- 04 Feb 2026 07:57 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Di era modern seperti sekarang, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam untuk duduk, baik saat bekerja di depan komputer, menonton televisi, maupun bermain gawai. Kebiasaan ini sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah anggapan bahwa kelamaan duduk dapat menyebabkan sakit ginjal. Lalu, benarkah hal tersebut atau hanya sekadar mitos?
Secara langsung, kelamaan duduk tidak serta-merta menyebabkan penyakit ginjal. Ginjal merupakan organ yang berfungsi menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah, serta menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Penyakit ginjal umumnya disebabkan oleh kondisi medis tertentu seperti diabetes, tekanan darah tinggi, infeksi, batu ginjal, atau penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang. Jadi, jika dilihat dari penyebab utamanya, duduk terlalu lama bukanlah faktor langsung yang merusak ginjal.
Namun, kelamaan duduk dapat berpengaruh secara tidak langsung terhadap kesehatan ginjal. Gaya hidup yang minim aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, dan resistensi insulin. Ketiga kondisi tersebut merupakan faktor risiko utama penyakit ginjal kronis. Artinya, meskipun duduk lama tidak langsung menyebabkan sakit ginjal, kebiasaan ini bisa memicu kondisi lain yang pada akhirnya berdampak buruk pada fungsi ginjal.
Selain itu, duduk terlalu lama juga dapat memperlambat sirkulasi darah dalam tubuh. Aliran darah yang kurang optimal dapat memengaruhi kerja organ, termasuk ginjal. Ditambah lagi, orang yang sering duduk lama cenderung kurang minum air karena terlalu fokus bekerja atau beraktivitas. Kurangnya asupan cairan dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan pembentukan batu ginjal.
Dapat disimpulkan bahwa anggapan “kelamaan duduk menyebabkan sakit ginjal” lebih tepat disebut sebagai mitos yang memiliki unsur fakta di dalamnya. Mitos karena duduk lama bukan penyebab langsung penyakit ginjal, tetapi mengandung fakta karena kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko faktor-faktor yang berujung pada gangguan ginjal.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola hidup aktif meskipun harus banyak duduk. Usahakan untuk berdiri dan bergerak setiap 30–60 menit, melakukan peregangan ringan, rutin berolahraga, serta mencukupi kebutuhan cairan harian. Dengan demikian, risiko gangguan kesehatan, termasuk yang berkaitan dengan ginjal, dapat diminimalkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....