Kiat Senang Belajar Bahasa Indonesia

  • 29 Jul 2025 10:01 WIB
  •  Gunung Sitoli

KBRN, Gunungsitoli : Pembelajaran bahasa seyogyanya didasarkan pada bagaimana peserta didik belajar dan bagaimana mereka belajar bahasa. Paradigma atau cara pandang pembelajaran bahasa di sekolah dasar sebagai berikut :

1. Imersi, yaitu pembelajaran dengan mengajak peserta didik secara langsung dalam kegiatan berbahasa yang dipelajarinnya. Contohnya ketika peserta didik disuruh membuat karangan, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menulis sebuah karangan degan topik tertentu.

2. Pengerjaan, yaitu pembelajaran bahasa dilakukan dengan memberikan kesempatan pada peserta didik untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan berbahasa yang bermakna, fungsional dan otentik. Contohnya mengajarkan pola kalimat aktif dan kalimat pasif kepada peserta didik.

a. Ibu memasak gulai ayam

b. gulai ayam dimasak oleh ibu

3. Demonstrasi, yaitu peserta didik belajar melalui demonstrasi dengan tampilan semacam kegiatan pemeragaan yang disediakan oleh guru. Contohnya guru mempraktikkan cara membaca berita dihadapan peserta didik. Kemudian peserta didik dapat mencontoh secara kreatif bagaimana cara membaca berita tersebut.

4. Tanggung jawab, yaitu pembelajaran bahasa dengan kesempatan kepada peserta didik untuk memilih aktifitas berbahasa yang akan dilakukannya. Contohnya menyuruh peserta didik membaca cerpen kemudian meminta kepada peserta didik untuk bebas memilih bentuk respon terhadap cerpen yang dibacanya.

5. Uji coba, yaitu pembelajaran bahasa dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan kegiatan dari sudut pandang peserta didik. Contohnya guru mendapati kesalahan dalam belajar berbahasa peserta didik maka guru memberinya kesempatan untuk memperbaiki hasil kerjanya memalui uji coba yang dilakukan.

6. Pengharapan, yaitu peserta didik akan berupaya untuk sukses atau berhasil dalam belajar jika dia merasa bahwa gurunya mengharapkan dia sukses. Contohnya guru memberikan masukan atau nasehat apabila peserta didik melakukan kesalahan dan memberikan dorongan atau semangat saat peserta didik melakukan hal yang benar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....