Peletakan Batu Pertama Tugu Tuada HO Berarsitektur Gowe
- 30 Sep 2026 08:24 WIB
- Gunung Sitoli
RRI, CO.ID, Gunungsitoli - Setelah melalui Sidang Istimewa dan Deklarasi Pelestarian, Perkumpulan Konservasi Cagar Budaya Nga'oto Tuada Ho melanjutkan agenda puncak dengan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Tugu Tuada Ho yang akan dibangun dengan arsitektur Gowe dipimpin oleh Anggota DPRD kabupaten Nias Paulus Sohahau Halawa.
Acara sakral ini berlangsung di Kompleks Situs Megalit Makam Leluhur Tuada Ho, Desa Lahemo, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Sabtu 26 September 2026.

Peletakan batu pertama dilakukan bersama oleh Bupati Nias Barat selaku Pimpinan Forum Kepala Daerah se-Kepulauan Nias,
Dewan Pembina dan Penasehat Perkumpulan Konservasi Cagar Budaya Nga'oto Tuada Ho, Sesepuh Keturunan Tuada Ho (Waruwu, Gulo, Halawa, Ndraha, dan Keturunan Sauso Lama : Laoli, Zendrato, Harefa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, dan Tokoh Pemuda.

"Peletakan batu pertama ini adalah janji kita kepada leluhur. Gowe Tuada Ho akan kita bangun secara gotong royong, dari keturunan untuk leluhur," Ujar Orudugo Halawa tokoh masyarakat kepulauan Nias sekaligus Penasehat Perkumpulan Konservasi Cagar Budaya Nga'oto Tuada Ho.
Pembangunan tahap awal meliputi pembersihan lahan, penataan batu-batu megalit asli, dan pembangunan pondasi Gowe. Ditargetkan Tugu Gowe akan menjadi ikon baru wisata sejarah Nias dan masuk dalam daftar Cagar Budaya Nasional.
Lebih lanjut dikatakan Orudugo, pembangunan tugu Tuada Ho direncanakan di pucuk tugu di buat gambar diduga foto Tuada HO.
pada dinding yang 4 persegi akan ditulis nama-nama anak -anak Tuada HO dan cucu-cucunya.

"Ini masih konsep namun keputusan akhir adalah akan dibahas melalui musyawarah pengurus, rencana tertera tulisan pada dinding tugu adalah : Gambar: AFORE, LAURU, FALIERA. TOHO, BALUSE, GARI" ujarnya
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Pdt.Berkat K. Laoli disela-sela kegiatan menegaskan dukungannya rencana pelestarian lingkungan makam leluhur tuada Ho. bentuk komitmen nya memberikan dukungan sebanyak 100 sak semen untuk pemeliharaan cagar budaya tersebut.

"Ini sebagai bentuk kepedulian saya sebagai bagian dari keturunan Tuada Ho terhadap keberadaan peninggalan sejarah yang perlu dijaga dan dirawat secara bersama-sama"Ucapnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....