Lestarikan Tradisi, DWP Kemenag Gunungsitoli Gelar Edukasi Budaya Nias
- 21 Sep 2026 17:45 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Bidang Sosial Budaya bertema "Belajar Budaya Nias" digelar oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Kantor Kementerian Agama Kota Gunungsitoli bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Gunungsitoli. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan para anggota sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap warisan budaya lokal.
Dalam acara tersebut, para anggota tidak hanya belajar tetapi juga mempraktikkan langsung tradisi Nias, seperti Fangowai ba Fame’e Afo serta budaya pesisir Ngunduh Mantu. Ketua DWP Unit Kantor Kemenag Kota Gunungsitoli, Ny. Ika Jul Karman Tanjung, hadir langsung mendampingi jajaran. Ika menegaskan bahwa pengenalan budaya secara langsung sangat penting agar para anggota tidak sekadar mengetahui bentuk tradisinya, melainkan juga mampu memahami nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
“Melalui program kerja Bidang Sosial Budaya ini, DWP berkomitmen menyediakan ruang edukasi yang aplikatif bagi seluruh anggotanya dalam melestarikan tradisi masyarakat Nias,” ujarnya, pada Jumat 18 September 2026.
Salah satu warisan budaya Nias yang diangkat sebagai materi pembelajaran dalam kegiatan DWP yakni Fangowai ba Fame’e Afo, rangkaian adat untuk menyambut dan menghormati tamu. Tradisi ini memadukan Fangowai (sapaan hormat) dan Fame’e Afo (penyuguhan sekapur sirih) sebagai simbol penerimaan yang tulus.
Dalam pernikahan adat Nias sendiri, ritual ini sangat esensial untuk menyongsong kedatangan rombongan mempelai. Anggota DWP pun mempraktikkan prosesi penyambutan pengantin ini secara langsung agar dapat meresapi nilai-nilai sopan santun dan etika budaya yang terkandung di dalamnya. Melalui pengalaman praktis ini, para peserta diharapkan menyadari bahwa tradisi ini bukan sekadar formalitas acara, melainkan bentuk penghormatan yang diwariskan turun-temurun.
Selain mempelajari tradisi Fangowai ba Fame’e Afo, peserta juga diajak mengenal Ngunduh Mantu sebagai representasi budaya pesisir Nias. Melalui pengenalan tradisi penyambutan pengantin ini, anggota DWP dapat melihat langsung keberagaman tradisi pernikahan di Nias sekaligus mendalami nilai kebersamaan dan penghormatan di dalamnya.
Ketua DWP Kemenag Nias berharap, kegiatan Belajar Budaya Nias ini mampu menjadi sarana efektif dalam menjaga kelestarian pengetahuan daerah di era modern. “Melalui kegiatan ini, kita ingin mengenal lebih dekat budaya Nias dan pesisir. Semoga acara ini bisa menambah wawasan, menumbuhkan rasa bangga, serta memperkuat identitas budaya yang wajib kita hargai dan lestarikan bersama,” ucap Ika.
Melalui Bidang Sosial Budaya, DWP akan terus menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mempererat kekompakan anggota, tetapi juga meningkatkan kecintaan terhadap kekayaan budaya lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....