Pesona Kedung Tumpang, Kolam Alami Bernilai Geologi Langka

  • 12 Sep 2026 16:01 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID - Gorontalo - Keindahan alam tidak selalu hadir dalam bentuk hamparan pantai berpasir putih atau air terjun yang mengalir dari ketinggian. Di antara gugusan batu karang, terdapat kolam-kolam alami yang terbentuk melalui proses alam selama jutaan tahun dan kini menjadi salah satu daya tarik yang memikat perhatian.

Kolam-kolam alami tersebut terbentuk dari proses pelapukan batu gamping Formasi Wonosari. Proses geologi yang berlangsung dalam waktu sangat panjang secara perlahan membentuk cekungan dan lubang pada permukaan batuan. Beberapa lubang bahkan terisi batuan berbentuk bundar dengan ukuran yang cukup besar, sebagian dapat mencapai ukuran sebesar bola basket.

Keunikan semakin terlihat ketika kolam-kolam itu terisi air yang jernih. Dari permukaan, air menampilkan gradasi warna yang indah, mulai dari biru kehijauan hingga hijau zamrud. Perubahan warna tersebut dipengaruhi oleh kedalaman kolam dan intensitas cahaya matahari yang mengenai permukaan air.

Saat air laut dalam kondisi surut, beberapa kolam menjadi lebih tenang dan memungkinkan pengunjung untuk berendam. Suasana alami yang dikelilingi batu karang membuat pengalaman berada di tempat ini terasa berbeda dibandingkan menikmati wisata pantai pada umumnya.

Selain menawarkan keindahan, keberadaan kolam-kolam alami tersebut juga memperlihatkan proses panjang pembentukan bentang alam. Apa yang terlihat sederhana berupa cekungan berisi air sebenarnya merupakan hasil dari proses alam yang berlangsung selama waktu yang sangat lama.

Perpaduan antara batu karang, air yang jernih, serta warna hijau kebiruan yang berubah mengikuti kedalaman dan cahaya menjadikan kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri. Tak heran jika kolam alami di antara batu karang menjadi salah satu bagian yang menarik untuk dieksplorasi oleh wisatawan yang ingin menikmati sisi lain dari keindahan alam.

Namun, karena terbentuk secara alami dan memiliki karakteristik geologi yang unik, kawasan tersebut perlu dijaga. Pengunjung diharapkan tidak merusak batuan, mengambil bagian dari bentang alam, maupun meninggalkan sampah agar keindahan kolam alami tetap terpelihara dan dapat dinikmati dalam jangka panjang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....