Pesona Religi dari Puncak Bukit Bubohu
- 01 Sep 2026 08:29 WIB
- Gorontalo
RRI.Co.ID,Gorontalo - Kehidupan masyarakat Indonesia tidak pernah bisa dilepaskan dari nilai-nilai keagamaan. Relijiusitas yang meresap dalam tradisi sehari-hari tercermin jelas dari banyaknya lokasi yang dijadikan destinasi wisata rohani di berbagai sudut Nusantara. Mulai dari Kampung Mahmud di Bandung, kemegahan patung Yesus di Buntu Burake Tana Toraja, hingga ketenangan Gua Maria Sendangsono di Kulonprogo, Yogyakarta. Tempat-tempat ini senantiasa menjadi tujuan peziarah yang mencari ketenangan batin sekaligus pengalaman spiritual yang mendalam.
Di Indonesia bagian timur, tepatnya di Provinsi Gorontalo, terdapat sebuah destinasi serupa yang tak kalah memikat, yakni Desa Adat Bubohu. Terletak di Kecamatan Batudaa Pantai—sekitar 35 kilometer dari Bandara Jalaludin—desa yang juga dikenal sebagai Desa Bongo ini menawarkan kombinasi unik antara wisata religi, keasrian alam, dan sejarah kebudayaan lokal. Berkat pesona budaya dan keagamaan yang terus terjaga secara turun-temurun, Pemerintah Provinsi Gorontalo secara resmi menetapkan kawasan ini sebagai Desa Wisata Religius.
Pusat Pendidikan Islam dan Sejarah Kerajaan Gorontalo
Desa Adat Bubohu bukan sekadar tempat singgah biasa. Kawasan ini berfungsi sebagai pesantren alam tempat para santri menimba ilmu agama Islam secara menyatu dengan lingkungan sekitar. Keberadaan pesantren alam ini memperkuat suasana religius yang menyelimuti seluruh sudut desa.
Selain menjadi pusat kegiatan spiritual, Desa Bubohu adalah gerbang untuk mempelajari rekam jejak masa lalu Gorontalo. Di dalam desa terdapat situs berharga bernama Maa Taduwolo, sebuah pusat dokumentasi dan artefak yang menyimpan berbagai sumber sejarah Kerajaan Gorontalo. Keunikan desa ini bahkan sudah terasa sejak pertama kali melangkahkan kaki di area depan, di mana pengunjung disambut oleh deretan fosil kayu purba yang tertata rapi di pintu masuk.
Ciri Khas Arsitektur dan Ikonik Masjid Walima Emas
Daya tarik lanskap Desa Adat Bubohu dibentuk oleh arsitektur tradisional Gorontalo yang sangat khas dan sarat makna filosofis:
- Gubuk Wombohe: Di lingkungan pesantren alam, tampak barisan gubuk kayu tradisional bernama Wombohe yang berjejer rapi. Gubuk-gubuk ini menjadi tempat beraktivitas para santri sekaligus menyajikan pemandangan pedesaan yang autentik.
- Ornamen Toyopo: Pengunjung juga dapat menjumpai bangunan kayu unik yang dibentuk menyerupai toyopo—wadah khas masyarakat Gorontalo yang biasa digunakan untuk menyimpan dan membagikan kue saat peringatan Maulid Nabi (Walima).
- Masjid Walima Emas: Menjadi mahakarya terpenting di kawasan ini, Masjid Walima Emas berdiri anggun di puncak bukit Desa Bubohu. Posisi kubahnya yang berwarna keemasan di atas perbukitan menyajikan panorama alam yang spektakuler, memadukan pemandangan laut, pepohonan hijau, dan megahnya arsitektur tempat ibadah.
Melalui keharmonisan antara pendidikan pesantren, situs sejarah Kerajaan Gorontalo, arsitektur Wombohe, serta keindahan Masjid Walima Emas, Desa Adat Bubohu menjadi bukti nyata betapa kayanya warisan rohani bangsa Indonesia. Bagi siapa saja yang berkunjung, desa ini menyajikan pengalaman ziarah yang lengkap: mempertebal keimanan sekaligus memperkaya wawasan sejarah dan budaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....