Pemkab Pohuwato Lepas 10 Ekor Burung Maleo

  • 12 Sep 2025 18:46 WIB
  •  Gorontalo

KBRN Gorontalo – Dalam upaya melestarikan burung endemik Sulawesi, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, bersama Wakil Bupati Iwan S. Adam, melepas 10 ekor burung Maleo di kawasan Cagar Alam Panua, tepatnya di jalur "jalan lurus" Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kamis (11/09/2025).

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Gorontalo Sjamsuddin Hadju, Camat Paguat Ikbal Mbuinga, serta sejumlah tenaga ahli bupati.

Burung Maleo (Macrocephalon maleo), atau yang dikenal juga sebagai burung Panua, merupakan satwa khas Sulawesi dan ikon Kabupaten Pohuwato. Burung ini terkenal dengan telurnya yang besar, namun populasinya kini kian terancam akibat kerusakan habitat.

“Kami mengapresiasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara, khususnya Seksi Konservasi Wilayah II Gorontalo, atas upayanya menjaga populasi burung Maleo,” ujar Bupati Saipul.

“Terima kasih juga kepada masyarakat yang turun-temurun menjaga burung ini sebagai bagian dari warisan daerah.”

Menurut Bupati, burung Maleo bukan sekadar satwa liar, tetapi juga identitas daerah yang kerap dijadikan simbol, cenderamata resmi, hingga ornamen wisata.

“Jika Maleo punah, maka jargon Bumi Panua ikut menghilang. Itulah pentingnya menjaga eksistensinya,” tegas Saipul.

Sementara itu, Kepala Resort Cagar Alam Panua Tatang Abdulah menjelaskan, 10 ekor burung yang dilepas merupakan hasil relokasi dan penetasan alami, berusia antara 1 minggu hingga 3 bulan. Sebelumnya, telur Maleo diamankan dari gangguan dan predator di area pantai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....