Rencana Pemkab Soal Pengelolaan Pensort, Menara dan Sirkuit

  • 30 Jan 2025 23:01 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo – Pemerintah Kabupaten Gorontalo berencana menyerahkan pengelolaan tiga aset wisata yaitu Pentadio Resort, Menara Keagungan Limboto, dan Sirkuit Sang Profesor kepada pihak ketiga. Langkah ini dilakukan untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memastikan pengelolaan yang lebih efisien dan profesional.

Pemerintah saat ini tengah melakukan kajian untuk menentukan opsi yang tepat terkait pengelolaan aset daerah tersebut, apakah dilakukan melalui sistem kerja sama atau dalam bentuk sewa. Jika menggunakan kerja sama, durasinya antara 10 hingga 30 tahun. Sedangkan untuk sistem sewa, durasinya relatif lebih pendek, antara 5 hingga 10 tahun.

"Kami saat ini masih melakukan kajian antara lain soal opsi pengelolaan dalam bentuk sewa atau kerja sama. Selain itu juga kami mengkaji masalah keuntungan yang bisa didapatkan oleh pemerintah daerah," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Gorontalo, Abdul Waris, Jumat (31/01/2025).

Abdul Waris mengakui nominal penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) yang didapatkan oleh pemerintah daerah dari tiga obyek destinasi wisata tersebut selama ini memang belum maksimal. Padahal, modal atau investasi yang dikeluarkan setiap tahun cukup besar.

"Kami melakukan kajian, tiga tahun terakhir lebih tinggi biaya operasional yang dikeluarkan oleh pemda dibanding PAD yang kami harapkan dari tiga destinasi wisata tersebut. Dilihat dari sisi efisiensi, kita merugi," bebernya.

"Contoh misalnya Pentadio Resort. Minimal setiap tahun itu kita butuh anggaran paling tidak Rp500 juta sampai Rp600 juta. Tetapi pendapatannya hanya berkisar Rp300 juta sampai Rp400 juta. Sirkuit setiap tahun itu paling tidak hanya Rp20 juta. Kami berharap dengan langkah ini pemda bisa maksimal PAD-nya," tambahnya.

Ia mengungkapkan, sejauh ini sudah ada beberapa investor lokal, nasional, dan internasional yang menunjukkan minat untuk mengelola ketiga destinasi wisata tersebut. Pemerintah menargetkan bahwa pada tahun 2025, salah satu aset wisata ini sudah dapat dikelola oleh investor terpilih.

“Namun sampai saat ini kami masih terus melakukan kajian secara matang," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....