Wisata Bahari Beach Karang yang TertantangDikembangkan Kembali
- 27 Jan 2025 14:10 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Provinsi Gorontalo, yang dikenal memiliki garis pantai terpanjang di Pulau Sulawesi, memang tak diragukan lagi kaya akan potensi wisata bahari. Salah satu destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam adalah Beach Karang, yang terletak di Desa Mootayu, Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango. Untuk menuju ke lokasi ini, pengunjung membutuhkan waktu sekitar dua jam dari pusat Kota Gorontalo, dengan akses yang cukup mudah dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat melalui Jalan Trans Sulawesi.
Pantai ini menyuguhkan pemandangan yang memukau, di mana batu karang yang tersusun rapi menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung. Meski memiliki potensi yang luar biasa, destinasi wisata ini mengalami penurunan jumlah pengunjung dalam beberapa tahun terakhir.
Agung Jahja, pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Mootayu, menuturkan bahwa Beach Karang ini dibangun pada tahun 2019 menggunakan anggaran dana desa. Pada awal pembangunannya, lokasi wisata ini cukup ramai dikunjungi. Bahkan, sempat ada usaha pemberdayaan masyarakat dengan membuka lapak-lapak yang mendukung sektor UMKM. Namun, belakangan, penurunan jumlah pengunjung membuat pengelolaan tempat wisata ini semakin kurang optimal.
”Terkait dengan pengembangan wisata ini didanai oleh dana desa dan dikelola oleh Bumdes, diawal pengembangan lokasi ini banyak pengunjung bahkan kami membuka lapak untuk masyarakat berusaha, namun berjalannya waktu dan mulai berkurangnya pengunjung maka wisata ini mulai tidak terkelola dengan baik,” Ujar Agung
"Pada awalnya, lokasi ini sangat ramai dan kami membuka lapak-lapak untuk masyarakat berusaha, namun belakangan ini, wisata ini mulai tidak terkelola dengan baik," tambahnya Agung.

Ia juga menambahkan bahwa, untuk menghidupkan kembali Beach Karang, pihaknya bersama Pemerintah Desa telah melakukan diskusi untuk merencanakan pengembangan lebih lanjut.
"Untuk menghidupkan kembali lokasi wisata ini, kami bersama Pemerintah Desa telah berdiskusi dan membahas beberapa program pengembangan," tambahnya.
Fasilitas yang belum memadai di lokasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa banyak wisatawan enggan berkunjung. Namun, dengan adanya upaya untuk meningkatkan fasilitas dan pengelolaan, diharapkan Beach Karang dapat kembali menjadi destinasi wisata yang diminati.
Ke depannya, diharapkan dengan pengembangan yang terencana, wisata bahari ini dapat kembali menarik minat wisatawan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, serta mendukung pemberdayaan masyarakat sekitar. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....