Ketakutan Berkomitmen Bisa Jadi Gamofobia
- 27 Jul 2026 18:26 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Tidak semua orang yang enggan menjalin hubungan serius melakukannya karena ingin tetap melajang. Dalam dunia psikologi, terdapat kondisi yang dikenal sebagai gamofobia, yaitu ketakutan berlebihan terhadap komitmen atau hubungan jangka panjang. Kondisi ini dapat memicu kecemasan yang kuat ketika seseorang dihadapkan pada kemungkinan membangun ikatan emosional yang lebih dalam, bahkan meski sebenarnya memiliki keinginan untuk mencintai dan dicintai.
Gamofobia bukan termasuk diagnosis gangguan mental tersendiri dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), tetapi dipahami sebagai bentuk ketakutan atau kecemasan yang dapat berkaitan dengan gangguan kecemasan, trauma, maupun pola keterikatan (attachment) yang tidak aman.
Menurut psikolog, ketakutan tersebut dapat membuat seseorang menghindari pembicaraan tentang masa depan hubungan, menolak ajakan untuk berkomitmen, atau bahkan mengakhiri hubungan yang sebenarnya berjalan baik karena merasa tertekan dengan kedekatan emosional.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pengalaman masa lalu menjadi salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap munculnya ketakutan akan komitmen. Pengalaman seperti perselingkuhan, kekerasan dalam hubungan, perceraian orang tua, penolakan, hingga kehilangan orang yang dicintai dapat membentuk persepsi negatif terhadap hubungan jangka panjang. Selain itu, rendahnya rasa percaya diri, harga diri yang kurang baik, serta kekhawatiran kehilangan kebebasan juga dapat memperkuat munculnya kecemasan tersebut.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Social and Personal Relationships serta berbagai studi mengenai attachment theory menjelaskan bahwa individu dengan pola keterikatan menghindar (avoidant attachment) cenderung merasa tidak nyaman terhadap kedekatan emosional. Mereka sering kali menjaga jarak dengan pasangan sebagai mekanisme perlindungan diri agar tidak mengalami luka emosional yang pernah dirasakan sebelumnya. Meski demikian, tidak semua orang dengan pola keterikatan tersebut mengalami gamofobia karena kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor biologis, psikologis, dan lingkungan.
Gamofobia juga kerap disalahartikan sebagai pilihan gaya hidup untuk tetap melajang. Padahal keduanya merupakan hal yang berbeda. Seseorang yang memilih hidup sendiri umumnya merasa nyaman dengan keputusannya tanpa mengalami tekanan psikologis. Sebaliknya, penderita gamofobia sering kali sebenarnya menginginkan hubungan yang sehat, tetapi rasa takut yang berlebihan membuat mereka sulit mengambil langkah menuju komitmen. Akibatnya, mereka dapat mengalami konflik batin, kesepian, hingga rasa bersalah terhadap pasangan.
Para ahli mengingatkan bahwa apabila ketakutan terhadap komitmen mulai mengganggu kehidupan sosial, pekerjaan, maupun hubungan pribadi, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Konsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat membantu mengidentifikasi akar permasalahan sekaligus menentukan pendekatan yang sesuai. Terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioral Therapy/CBT) menjadi salah satu metode yang memiliki bukti ilmiah kuat dalam membantu mengurangi pola pikir negatif dan kecemasan yang berlebihan.
Selain terapi, dukungan keluarga dan pasangan juga berperan penting dalam proses pemulihan. Komunikasi yang terbuka, membangun rasa aman, menghargai batasan pribadi, serta memberikan waktu bagi seseorang untuk memproses emosinya dapat membantu mengurangi ketakutan terhadap komitmen. Pendekatan yang penuh empati dinilai lebih efektif dibandingkan memaksa seseorang segera mengambil keputusan dalam hubungan.
Memahami gamofobia menjadi langkah penting agar masyarakat tidak mudah memberi stigma kepada orang yang tampak enggan menjalin hubungan serius. Dengan edukasi yang tepat dan penanganan profesional, ketakutan terhadap komitmen dapat diatasi secara bertahap. Pada akhirnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk membangun hubungan yang sehat, saling percaya, dan memberikan rasa aman bagi kedua belah pihak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....