Gorontalo Minim Pelatih Sepak Bola Berlisensi, Pembinaan Usia Dini Terhambat
- 17 Apr 2026 07:12 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Ketersediaan fasilitas lapangan sepak bola di Gorontalo dinilai sudah cukup memadai, namun belum diimbangi dengan jumlah pelatih berlisensi yang memadai. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu hambatan dalam pengembangan atlet sepak bola usia dini di daerah. Kurangnya pelatih berlisensi berdampak pada kualitas pembinaan yang belum maksimal, terutama dalam membentuk teknik dasar dan mental bertanding pemain muda. Padahal, fasilitas yang tersedia seharusnya bisa dimanfaatkan secara optimal untuk mencetak bibit unggul.
Pelatih nasional sepak bola, Wely Podungge, menilai pentingnya peningkatan jumlah pelatih berlisensi agar pembinaan berjalan lebih terarah dan profesional. Menurutnya, kualitas pelatih sangat menentukan perkembangan atlet sejak usia dini.
“Fasilitas lapangan sudah cukup banyak, tetapi pelatih berlisensi masih kurang dan ini berpengaruh pada pembinaan,” ucap Wely Podungge kepada RRI, Jumat 17 April 2026.
Ia menegaskan, anak-anak di Gorontalo seharusnya memiliki kesempatan yang sama dengan atlet dari daerah lain dalam mendapatkan pembinaan yang berkualitas. Hal ini menjadi penting agar potensi lokal tidak tertinggal.
“Pelatihan atlet usia dini harus mendapatkan perhatian serius agar mereka punya peluang yang sama dengan anak-anak dari luar daerah,” kata Wely Podungge.
Menurutnya, pembinaan yang baik harus dimulai dari dasar dengan metode latihan yang benar dan terstruktur. Tanpa pelatih yang kompeten, proses tersebut sulit berjalan maksimal.
“Pelatih berlisensi sangat dibutuhkan agar pembinaan berjalan sesuai standar dan menghasilkan pemain yang berkualitas,” tambahnya.
Ia berharap adanya perhatian dari pemerintah dan pihak terkait untuk meningkatkan kapasitas pelatih melalui pelatihan dan sertifikasi, sehingga ekosistem sepak bola di Gorontalo dapat berkembang lebih baik dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....