Pemerintah Desa Babalonge Resmi Bentuk Sekolah Sepak Bola

  • 06 Jul 2025 21:37 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Pembinaan sepak bola di Provinsi Gorontalo terus menunjukan perkembangan. Hal ini seiring dengan pertumbuhan pendirian Sekolah Sepak Bola(SSB) di Gorontalo yang terus bertambah.

Bahkan Awal Juli 2025 ini resmi terbentuk Salah satu SSB di Kabupaten Pohuwato yang diberi nama SSB Babalonge yang dilahirkan pemerintah Desa dan masyarakat Babalonge, Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato.

Lahirnya SSB Babalonge ini seakan menjadi cahaya baru bagi dunia pembinaan sepak bola usia dini di Gorontalo.

Kepala Desa Babalonge, Ahmat Umaili kepada mengatakan pembentukan SSB ini tidak lain adalah bukti kecintaan masyarakat akan sepak bola serta ingin membuktikan bahwa di bagian barat Provinsi Gorontalo ada daerah kecil yang punya potensi besar melahirkan pesepakbola handal di kemudian hari.

“Dasarnya sederhana, saya dan masyarakat Desa Babalonge cinta sepak bola, tapi dulu tidak punya teknik dasar yang cukup apalagi lapangan yang bagus. Banyak anak-anak sekarang yang juga mengalami hal yang sama. Inilah yang memotivasi kami membentuk SSB ini,” kata Ahmat, Sabtu (5/7/2025).

Menurutnya, SSB Babalonge hadir dengan visi membangun sekolah sepak bola usia dini yang unggul, modern, dan profesional, dengan misi utama menciptakan SDM yang berkarakter dan berkualitas, baik di dalam maupun luar lapangan.

Ditangan coach Aris, program pembinaan meliputi kurikulum latihan profesional, penanaman nilai disiplin dan tanggung jawab, hingga kerja sama dengan pihak ketiga demi keberlanjutan program.

“Kami ingin SSB ini tak hanya melahirkan pemain hebat, tapi juga manusia yang berkualitas. Untuk itu, dukungan dari semua pihak, terutama pemerintah, sangat kami harapkan,” ungkapnya.

Dengan pembinaan yang terstruktur dan kepemimpinan yang kuat, SSB Babalonge hadir sebagai harapan baru sepak bola Gorontalo. Tempat di mana mimpi anak-anak Bumi Panua untuk menjadi pemain profesional bisa benar-benar dibina sejak dini.

Sementara itu, Pembina SSB Babalonge, Rena Mantu menyampaikan bahwa pembinaan di SSB Babalonge tidak hanya soal teknik bermain, tetapi juga menyentuh hal-hal mendasar seperti niat, ilmu, dan adab (attitude).

“Kalau ingin jadi pemain besar, harus punya tiga hal: niat yang kuat, kesiapan menerima ilmu, dan attitude yang baik. Ini yang saya harap dapat diwujudkan di SSB Babalonge,” ujarnya.

Ia juga percaya ditangan coach Aris dapat membawa pendekatan bertahap dalam pembinaan. Untuk usia dini misalnya, fokus pada teknik dasar, sportivitas, dan fair play.

Untuk usia remaja, fokus meningkat ke mental, fisik, dan taktik, demi mencetak pemain siap tampil di level nasional.

SSB Babalonge menganut filosofi bermain

“spin ball”, dengan karakter pemain yang cepat dan kuat baik dalam menyerang maupun bertahan. Namun, di usia dini, pendekatannya tetap pada pembentukan dasar teknik dan karakter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....