Akibat Cuaca Pencarian Korban Longsor Dihentikan

  • 10 Jul 2024 15:21 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo telah mengambil keputusan untuk sementara menghentikan proses pencarian korban dari bencana tanah longsor yang terjadi di areal pertambangan emas Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango. Keputusan ini diambil karena kondisi cuaca ekstrem yang tidak memungkinkan, terutama akibat hujan deras yang terus mengguyur lokasi.

Heryanto, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, menjelaskan kepada media bahwa keputusan untuk menghentikan sementara proses pencarian ini diambil setelah evaluasi kondisi terkini di lapangan. "Kami menghentikan sementara proses pencarian di lokasi longsor untuk saat ini, mengingat cuaca yang sangat buruk akibat hujan deras yang terus menerus," ujarnya dalam konferensi pers di Suwawa Timur pada Selasa (10/07/2024).

Menurut Heryanto, proses pencarian yang dihentikan sementara ini akan mengikuti prosedur standar yang biasanya berlangsung selama 7 hari. Namun, pihaknya juga akan menyesuaikan dengan keputusan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango atau Pemerintah Provinsi Gorontalo mengenai kemungkinan perpanjangan waktu pencarian. "Kami akan mengikuti prosedur standar pencarian selama 7 hari, namun kami juga akan menunggu keputusan dari pihak terkait apakah akan ada perpanjangan waktu pencarian sesuai dengan keadaan di lapangan," tambahnya.

Hingga hari keempat proses pencarian, tim satgas yang dikerahkan telah berhasil mengevakuasi 23 jenazah korban meninggal dunia dari lokasi longsor. Sebanyak 90 orang telah berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, sementara 31 orang masih dalam pencarian.

Untuk mendukung kelancaran proses pencarian, satu unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi longsor guna membantu tim dalam upaya penyelamatan dan pencarian korban.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo bersama dengan semua pihak terkait terus berupaya maksimal dalam penanganan darurat ini, dengan harapan dapat segera menemukan dan menyelamatkan seluruh korban yang masih dalam pencarian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....