Langit Gorontalo Diselimuti Asap, BMKG Ungkap Penyebabnya
- 04 Okt 2026 09:39 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, GORONTALO – Langit di sejumlah wilayah Gorontalo dalam beberapa hari terakhir tampak diselimuti asap. Kondisi tersebut membuat masyarakat bertanya-tanya apakah langit yang terlihat mendung disebabkan kabut asap atau memang karena tutupan awan.
Salah seorang warga, Ismawati, mengaku mendengar informasi bahwa kabut asap yang menyelimuti Gorontalo berasal dari Kalimantan, akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi cukup besar di wilayah tersebut.
Namun, Ismawati meyakini kondisi langit yang tampak berkabut dan dipenuhi asap tersebut lebih berkaitan dengan Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Gorontalo.
“Saya mendengar kabarnya asap ini berasal dari Kalimantan karena kebakaran hutan yang cukup hebat. Tetapi saya juga melihat kemungkinan asap ini berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Gorontalo,” ujar Ismawati.
Sementara itu, Forecaster BMKG Gorontalo yang dikonfirmasi RRI membenarkan bahwa kondisi atmosfer di Gorontalo dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh asap dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik.
Berdasarkan pemantauan BMKG, masih terdapat sejumlah hotspot atau titik panas yang belum padam. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan asap dan membuat jarak pandang serta kondisi langit di sejumlah wilayah menjadi kurang baik.
“Dari hasil pemantauan, masih terdapat beberapa hotspot atau titik api yang belum padam di sejumlah wilayah. Kondisi ini dapat menimbulkan asap yang kemudian memengaruhi kondisi atmosfer,” jelas Forecaster BMKG Gorontalo.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, terutama dalam kondisi cuaca yang berpotensi mendukung meluasnya kebakaran.
“Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan, karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat,” tambahnya.
BMKG juga menyampaikan bahwa saat ini Gorontalo masih berada pada periode musim kemarau sehingga masyarakat perlu waspada dengan dampak kekeringan termasuk karhutla
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....